Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keberadaan UMKM ini sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sebuah agenda UMKM yang juga turut hadir jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Nusantara (Apimsa).
Wagub Jihan menyebut kehadiran Apimsa menjadi energi baru bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan UMKM. Hal ini mulai dari manajemen usaha hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM baru.
“Ini menjadi energi tambahan bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu menuntaskan berbagai permasalahan UMKM. Apimsa hadir sebagai kanopi bagi UMKM. Sektor yang hari ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun di Lampung,” ujar Jihan Nurlela.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung dalam tiga kuartal terakhir selalu berada di atas rata-rata nasional. Dari jutaan UMKM di Indonesia, sekitar 500 ribu berada di Provinsi Lampung. Sehingga sektor ini menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Lampung. Namun masih banyak tantangan yang tidak bisa kami selesaikan sendiri. Karena itu, kami berharap Apimsa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat UMKM lokal,” tambahnya.
Berbagai Program
Pemprov Lampung, lanjut Jihan, terus menyiapkan berbagai program untuk mendorong UMKM naik kelas. Antara lain melalui UMKM Center, layanan pelatihan dan konsultasi bisnis, digitalisasi usaha, hingga fasilitasi investasi dan akses pasar yang lebih luas.
Program Desa Kumaju juga diperluas dengan memasukkan pengembangan UMKM sebagai bagian dari ekosistem desa mandiri.
Selain itu, Pemprov Lampung turut membuka akses pasar nasional dan global bagi UMKM melalui forum promosi dan kerja sama koperasi modern. Hingga penguatan jaringan melalui program pemerintah pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Jihan menekankan bahwa pihaknya ingin UMKM Lampung tidak hanya mampu bertahan. Tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Cita-citanya adalah UMKM Lampung bisa berkelanjutan, naik kelas, dan mampu bersaing. Kami siap memediasi Apimsa untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk OJK. Terutama dalam pendidikan dan pelatihan manajemen keuangan UMKM,” tutupnya.








