• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 10:28
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Walhi menilai banjir dan longsor Sumatra sebagai bencana ekologis dan kerusakan alam memperparah dampak hujan dan siklon.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
28/11/25 - 23:53
in Humaniora
A A
Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Foto udara kawasan terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11). (Antara)

Jakarta (Lampost.co) — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menegaskan banjir dan longsor di Sumatra merupakan bencana ekologis. Oleh karena itu, Walhi menolak narasi yang menyebut cuaca ekstrem sebagai satu-satunya penyebab.

Poin Penting:

  • Walhi menyebut banjir Sumatra sebagai bencana ekologis.

  • Hujan dan siklon hanya pemicu.

  • Hilangnya penyangga alam jadi sebab utama.

Banjir melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain itu, eks-Siklon Tropis Senyar memperparah kondisi. Namun, Walhi menilai krisis lingkungan sebagai penyebab utama.

Manager Penanganan dan Pencegahan Bencana Walhi, Memeng Harahap, menyebut bencana terjadi akibat akumulasi kerusakan alam dan hujan deras hanya memicu.

Baca juga: Lampung Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir

“Ini bencana ekologis. Bukan sekadar hujan atau siklon,” kata Memeng, Jumat, 28 November 2025.

Menurut Walhi, ketidakadilan tata ruang memperlemah daya dukung lingkungan sehingga  banjir meluas cepat. Selain itu, alih fungsi lahan menghancurkan daerah penyangga karena meruntuhkan daya tampung air.

Penyangga Alam Hilang

Walhi menyoroti hilangnya kawasan penyangga laut dan darat sehingga gelombang dan limpasan air tak terbendung. “Jika penyangga laut ada, siklon tidak sampai darat,” ujar Memeng.

Dia juga menyebut hutan sebagai benteng, namun kondisinya menyusut drastis. Akibatnya, air langsung mengalir deras.

Menurut kajian Walhi, perubahan bentang alam terjadi luas dengan industri ekstraktif merambah hulu. Proyek energi, tambang, dan perkebunan mempercepat degradasi yang membuat risiko banjir meningkat.

Batang Toru Jadi Contoh

Walhi mencontohkan Bentang Alam Batang Toru di Sumatra Utara yang menjadi habitat orangutan tapanuli. Di lokasi itu berdiri PLTA Batang Toru dan tambang emas sehinggakonversi lahan terus berjalan.

Menurut Walhi, tekanan industri mengganggu ekosistem yang membuat stabilitas alami melemah. Dampaknya air merendam rumah dan memutus akses. Kerusakan bertambah karena banjir juga membawa material kayu dan sedimen.

Walhi mencatat dampak kini lebih parah dari lima tahun lalu. Oleh sebab itu, alarm darurat berbunyi.

Evaluasi Izin

Walhi mendesak pemerintah mengevaluasi perizinan dan mencabut izin yang merusak. Selain itu, pemulihan ekosistem wajib berjalan karena rehabilitasi hulu penting.

Ia meminta peta rawan bencana menjadi rujukan tata ruang. Dengan demikian, izin baru lebih selektif.

Pembangunanharus berbasis daya dukung. Oleh sebab itu, harus menunda proyek berisiko. Selain itu, menekankan penegakan hokum dan pemulihan harus terukur.

Bukan Sekadar Darurat

Walhi juga mengingatkan bantuan darurat memang penting. Namun, harus menyelesaikan akar masalah.

Evakuasi dan logistik harus cepat. Selain itu, pemulihan jangka panjang wajib.

Menurut Walhi, krisis ekologi berpotensi berulang sehingga reformasi tata kelola mendesak. Publik juga harus turut mengawasi kebijakan ruangagar bencana tidak terus berulang.

Tags: BANJIRbanjir bandangbanjir SumatraBatang ToruBENCANAbencana ekologisbencana hirometeorologiizin pertambangankerusakan lingkungankrisis ekologilongsor SumatraSiklon SenyarTata Ruangwalhi
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

byMuharram Candra Lugina
28/11/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk banjir Sumatra. Desakan menguat menyusul bencana...

Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

byMuharram Candra Lugina
28/11/2025

Bandung (Lampost.co) -- Kementerian Sosial memastikan seluruh unsur pemerintah turun membantu korban banjir di Sumatra. Selain itu, Pemerintah Pusat mengerahkan...

Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

byMuharram Candra Lugina
28/11/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 60 ribu sekolah pada tahun depan. Selain itu, Prabowo berjanji mempercepat rehabilitasi...

Berita Terbaru

Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)
Cuaca

Sabtu, 29 November 2025, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Sabtu, 29 November 2025, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

28/11/2025
Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

28/11/2025
Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

28/11/2025
Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

28/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.