Bandar Lampung (Lampost.co) — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan peran krusial tenaga pendamping profesional (TPP) dalam menyukseskan program Desaku Maju di Lampung. Sebab, tanpa penguatan peran pendamping desa, program pembangunan desa akan sulit mencapai hasil maksimal.
Poin Penting:
-
Program Desaku Maju bertujuan memperkuat ketahanan pangan.
-
Desaku Maju fokus pertanian dan ekonomi desa.
-
TPP berperan sentral dalam program Desaku Maju di Lampung.
Untuk itu, Gubernur Lampung memberi perhatian khusus kepada eksistensi TPP di seluruh desa Lampung. TPP sebagai penggerak utama pemberdayaan masyarakat perdesaan.
“Sejauh ini, TPP bekerja konsisten bersama Pemerintah Provinsi Lampung untuk menyukseskan Desaku Maju. Oleh karena itu, saya meminta semua pendamping desa terus menguatkan sinergi lintas sektor,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Baca juga: Program Desaku Maju Harus Berdasarkan Data dan Kebutuhan
Program Sesuai Kondisi Riil Petani
Selain itu, Gubernur Lampung menyampaikan program Desaku Maju berdasarkan kondisi riil petani di lapangan. Misalnya, banyak desa masih menghadapi persoalan tata niaga dan akses pasar.
Untuk itu, pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap persoalan pertanian desa. Desaku Maju hadir sebagai solusi pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Program ini menjawab kebutuhan penguatan sektor pertanian sekaligus mempercepat pembangunan desa. Dengan demikian, kebijakan pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran,” katanya.
TPP Garda Terdepan.
Mirza menyebut TPP sebagai garda terdepan pembangunan desa. Sebab, mereka berada paling dekat dengan masyarakat desa dan memahami kendala riil warga. Bahkan, mereka turut merumuskan solusi bersama petani dan kelompok usaha desa.
“Pendamping desa memastikan masyarakat desa bias merasakan manfaat kebijakan. Jadi tidak bisa memandang sebelah mata keberadaan TPP itu,” ujar Mirza.
Tingkatkan Kelembagaan Ekonomi Desa
Selain penguatan sektor pertanian, program Desaku Maju juga menargetkan peningkatan kelembagaan ekonomi desa. Pemprov mendorong desa untuk membentuk koperasi, BUMDes, dan gapoktan.
Dengan langkah tersebut, desa tidak hanya mengelola produksi, tapi juga menguasai proses hilirisasi hasil pertanian. Harapannya, nilai tambah produk desa meningkat signifikan sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan petani.
Tak hanya itu, program Desaku Maju juga untuk mendukung ketahanan pangan daerah agar Lampung mampu menjaga stabilitas produksi pangan strategis.
Perkuat Peran TPP
Selain itu, Mirza mengapresiasi dedikasi TPP yang kinerjanya menjadi energi utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat peran TPP dan baik pemerintah kabupaten maupun perangkat desa untuk meningkatkan sinergi.
Dalam upaya mendukung peran TPP, pemerintah provinsi menyiapkan dukungan kebijakan berkelanjutan. Hal itu agar strategi pembangunan desa berjalan konsisten.
Dengan komitmen tersebut, Lampung optimistis menekan angka kemiskinan desa. Selain itu, harapannya lapangan kerja baru terus tumbuh.
Gubernur Lampung juga berharap Desaku Maju menjadi model nasional pembangunan desa. Dan, dengan program tersebut Lampung jadi lumbung pangan unggulan. “Dedikasi TPP adalah kekuatan besar pembangunan Lampung,” kata Mirza.
Selaras Visi Presiden
Di sisi lain, Gubernur Lampung menegaskan program Desaku Maju sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, Asta Cita poin keenam tentang pembangunan dari desa.
Dengan framework tersebut, pembangunan desa tidak lagi jadi sekadar slogan semata tapi desa menjadi pusat transformasi ekonomi nasional.








