Bandar Lampung (Lampost.co) — CIVIL War adalah film distopia-perang produksi A24 yang dirilis pada 2024 dan disutradarai sekaligus ditulis oleh Alex Garland. Film ini menyoroti perang saudara di Amerika Serikat dari perspektif jurnalis perang, sehingga memberikan sudut pandang yang berbeda dibanding film bertema militer pada umumnya. Dengan anggaran sekitar US$50 juta, Civil War menjadi film termahal dalam sejarah A24 dan sukses meraih pendapatan global lebih dari US$127 juta. Film ini dibintangi Kirsten Dunst, Wagner Moura, Cailee Spaeny, Stephen McKinley Henderson, serta Nick Offerman sebagai Presiden AS.
Sinopsis Civil War (Tanpa Spoiler)
Cerita berlatar masa depan distopia ketika Amerika Serikat terbelah dan terperosok ke konflik internal antara pemerintah federal dan kelompok “Western Forces.” Di tengah situasi kacau, jurnalis foto senior Lee Smith bersama wartawan Joel, fotografer amatir Jessie, dan veteran jurnalis Sammy melakukan perjalanan dari New York ke Washington, D.C. Tujuan mereka bukan melarikan diri, melainkan mendekati garis terdepan untuk meliput peperangan dan—jika memungkinkan—mewawancarai sang presiden sebelum ibu kota jatuh.
Perjalanan itu berubah menjadi ujian moral dan spiritual. Keempat jurnalis menyaksikan kehancuran kota, trauma warga sipil, pelanggaran HAM, dan kekacauan militer. Film ini menampilkan kerasnya perang tanpa glorifikasi, sekaligus menegaskan dilema yang dihadapi jurnalis saat memilih antara menyelamatkan korban atau tetap menjaga jarak demi objektivitas peliputan.
Pemeran dan Karakter Utama
-
Kirsten Dunst sebagai Lee Smith — jurnalis foto perang berpengalaman
-
Wagner Moura sebagai Joel — reporter yang nekat menembus garis konflik
-
Cailee Spaeny sebagai Jessie — fotografer muda yang baru belajar menjadi saksi perang
-
Stephen McKinley Henderson sebagai Sammy — reporter senior yang menjadi guru sekaligus suara hati tim
-
Nick Offerman sebagai Presiden Amerika Serikat
Analisis Tema dan Pesan Film
1. Polarisasi Politik dan Runtuhnya Negara
Civil War menghadirkan refleksi tentang betapa rapuhnya stabilitas sosial ketika masyarakat terpecah secara ekstrem. Film ini tidak secara eksplisit menyebutkan afiliasi ideologi kubu yang bertikai, menghindari pesan partisanship dan menegaskan bahwa radikalisme dan kebencian kolektif dapat menghancurkan negara mana pun.
2. Jurnalisme sebagai Penjaga Memori Publik
Sudut pandang jurnalis menjadi inti cerita, bukan sekadar pelengkap. Film menekankan pentingnya peliputan perang untuk merekam kebenaran dan suara korban, meski pekerjaan itu mendatangkan risiko ekstrem, trauma, dan pertentangan batin.
3. Kekerasan yang Tidak Diglorifikasi
Kekejaman perang tampil apa adanya—bukan untuk hiburan, tetapi sebagai kenyataan pahit bahwa perang selalu membawa penderitaan bagi warga sipil. Nuansa visual yang realistis mendukung kesan dokumenter, bukan aksi heroik.
Ulasan: Kelebihan dan Kekurangan Film
Kelebihan
-
Akting solid dari seluruh pemeran, terutama Kirsten Dunst dan Wagner Moura
-
Penulisan naskah dan pengambilan gambar yang membangun suasana distopia dengan kuat
-
Pendekatan sudut pandang jurnalis membuat film lebih emosional dan bermakna
-
Tensi cerita meningkat konsisten hingga adegan klimaks
Kekurangan
-
Tema dan visual kekerasan cukup berat untuk sebagian penonton
-
Penonton yang berharap film perang konvensional dapat merasa alurnya lambat
-
Pesan politik sengaja ambigu sehingga interpretasi sangat subjektif
Fakta Menarik Civil War
-
Menjadi film termahal A24 dengan biaya produksi sekitar US$50 juta
-
Syuting berlangsung di Atlanta dan beberapa lokasi yang menjadi zona konflik
-
Tidak ada pemaparan ideologi kubu perang secara terang-terangan; film menghindari propaganda
-
Banyak adegan mengikuti standar dokumentasi konflik dunia nyata
Kesimpulan
Civil War bukan sekadar film aksi perang, melainkan cermin sosial yang memperingatkan bahaya polarisasi ekstrem dan ketidakpercayaan publik terhadap institusi. Dengan fokus pada jurnalis perang, film ini menyajikan konflik dengan kedalaman emosional dan perspektif kemanusiaan. Selain itu, Civil War layak bagi penonton yang menginginkan tontonan intens, reflektif, dan secara visual memukau.








