• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 27/01/2026 12:50
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Apakah Kita Benar-Benar ‘Takut Salah’, atau Hanya Karena Tidak Cukup Dilatih?

Heningnya Kelas Bahasa Inggris: Fenomena yang Tak Pernah Berubah

MustaanbyMustaan
01/12/25 - 16:34
in Humaniora, Lampung, Opini
A A
Pahami 6 Tes Bahasa Asing ini Untuk Lanjut Studi Luar Negeri
Bahasa Inggris
Oleh: Bambang Irfani, M.Pd., Ph.D./Dosen dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Intan Lampung

Heningnya Kelas Bahasa Inggris: Fenomena yang Tak Pernah Berubah

Di ruang-ruang kelas bahasa Inggris di sekolah-sekolah di Indonesia, ada pemandangan yang hampir selalu sama. Ketika guru bertanya: “Could you tell us about your daily activities?” atau “Can you introduce yourself in English?” Sebagian besar siswa tiba-tiba terdiam. Beberapa menundukkan kepala, beberapa tersenyum canggung, dan sebagian lain hanya menunggu teman menjawab lebih dulu. Fenomena ini telah menjadi rahasia umum: anak-anak Indonesia sering kali cerdas dalam memahami grammar, mampu mengerjakan soal reading comprehension, bahkan menulis paragraf dengan baik. Namun ketika diminta berbicara secara spontan, mereka menjadi gagap. Apakah ini karena mereka benar-benar tidak bisa berbicara bahasa Inggris, atau karena mereka tidak berani mencoba? Pertanyaan ini membawa kita ke isu mendasar: apakah kita benar-benar takut salah, atau selama ini tidak cukup latihan berbicara dengan baik?

Kecemasan Berbicara: Hambatan Nyata di Kelas Bahasa Inggris

Banyak studi di bidang English as a Foreign Language (EFL) menunjukkan bahwa kecemasan berbicara (speaking anxiety) merupakan hambatan terbesar bagi pelajar Indonesia. Menurut Horwitz, Horwitz, & Cope (1986), Foreign Language Classroom Anxiety terdiri dari tiga aspek utama:

  1. Communication Apprehension – rasa gugup saat harus berbicara di depan orang lain.
  2. Fear of Negative Evaluation – khawatir mendapat penilaian buruk, takut mendapat ejekan, atau seperti salah.
  3. Test Anxiety – tekanan psikologis ketika berada dalam situasi evaluasi atau ujian.

Secara menyeluruh hasil penelitian mengungkapkan fakta bahwa pemelajar Bahasa Inggris di Indonesia melaporkan mengalami kecemasan tinggi saat berbicara di kelas, merasa takut mendapat ejekan ketika salah pengucapan atau grammar, dan hanya sedikit sekali yang merasa percaya diri berbicara spontan tanpa latihan terlebih dahulu. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar kemampuan bahasa, melainkan ketakutan psikologis dan sosial. Siswa memilih diam karena dianggap lebih aman daripada mengambil risiko berbicara dan “salah”.

Budaya Kelas yang Terlalu Teoritis

Budaya pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia umumnya masih sangat dominan pada teori. Fokus utamanya adalah:

Hafalan grammar,

Latihan pilihan ganda,

Membaca teks panjang,

Menulis paragraf pendek.

Latihan berbicara, jika ada, biasanya hanya muncul:

Saat ujian lisan tahunan,

Dalam presentasi yang jarang,

Atau membaca dialog dari buku teks yang sudah disiapkan.

Masalahnya, bahasa bukanlah semata-mata teori. Bahasa adalah alat komunikasi. Tanpa praktik nyata, pengetahuan tetap berada di kepala siswa dan tidak pernah berubah menjadi kemampuan nyata. Penelitian linguistik menekankan bahwa kelancaran berbicara (fluency) hanya muncul melalui latihan rutin dan interaksi nyata, bukan dari hafalan grammar semata. Tanpa latihan, siswa akan “terkunci” dalam teori dan menjadi gagap ketika harus berbicara spontan. Interaksi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi yang lebik baik akan meningkatkan kompetensi siswa (Vigotsky, 1986)

Mengapa Kesalahan Dipandang Sebagai Aib

Salah satu hambatan terbesar adalah persepsi terhadap kesalahan. Banyak siswa tumbuh dengan pengalaman bahwa membuat kesalahan berarti memalukan. Mereka takut:

Ditertawakan teman,

Dikoreksi secara keras guru,

Atau dianggap “bodoh”.

Padahal, dalam teori pemerolehan bahasa Stephen Krashen (Input Hypothesis), keberhasilan belajar sangat terpengaruh oleh low affective filter, yaitu kondisi emosional yang aman dan bebas tekanan. Jika siswa cemas atau merasa terancam, kemampuan memproses bahasa akan menurun drastis. Inilah yang menjelaskan mengapa siswa yang lancar berbicara saat latihan mandiri tiba-tiba “blank” di depan kelas. Masalahnya bukan kemampuan, tetapi mental block akibat kecemasan.

Membangun Budaya Berbicara yang Sehat

Jika kita ingin generasi muda Indonesia mampu berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri, beberapa strategi praktis harus diterapkan:

1. Normalisasi Kesalahan

Guru perlu menekankan sejak awal bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Koreksi tetap dilakukan, tapi dengan cara yang mendukung, bukan menghakimi. Ini membantu menurunkan fear of negative evaluation.

2. Latihan Berbicara pada Setiap Pertemuanpilihan kata

Tidak perlu lama, cukup 5–10 menit per pertemuan untuk aktivitas seperti:

Percakapan berpasangan

Diskusi mini

Menjelaskan gambar

Menceritakan pengalaman pribadi

Frekuensi lebih penting daripada durasi. Semakin sering siswa berlatih, semakin rendah kecemasan mereka.

3. Fokus pada Kelancaran, Bukan Kesempurnaan

Biarkan siswa berbicara tanpa takut dikoreksi setiap kata. Setelah terbiasa, baru fokus pada grammar, pilihan kata dan pengucapan. Keberanian adalah fondasi kemampuan berbicara.

4. Aktivitas Komunikatif yang Otentik

Gunakan metode yang meniru situasi nyata, misalnya:

Role play

Debat ringan

Problem-based speaking tasks

Storytelling

Proyek kolaboratif

Semua aktivitas ini memaksa siswa berpikir spontan, berbicara, dan berinteraksi—hal yang tidak didapatkan dari membaca dialog di buku.

5. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Lingkungan kelas harus bebas dari ejekan. Satu komentar negatif dapat menurunkan motivasi berbicara secara drastis. Guru dan teman sebaya harus mendukung keberanian siswa untuk mencoba.

Kesempatan Lebih Penting daripada Ketakutan

Pertanyaan awal kini menemukan jawaban: kita bukan takut salah—kita hanya tidak terbiasa latihan berbicara dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Jika pembelajaran bahasa Inggris tetap berfokus pada teori dan hafalan, kemampuan berbicara tidak akan berkembang. Namun begitu ruang kelas berubah menjadi tempat:

mencoba,

salah,

tertawa bersama,

berlatih,

dan mencoba lagi,

maka pemelajar bahasa Inggris di Indonesia akan mulai berbicara dengan percaya diri. Bahasa bukan untuk dihafal, tetapi digunakan. Untuk bisa menggunakan bahasa, kita harus berani memulai, meski belum sempurna.

Tags: Bahasa InggrisFenomenakolomLAMPUNGOpiniPENDIDIKANRaden IntansikaptulisanUIN
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

wali kota

Wali Kota Eva Dwiana Klaim Sekolah Siger Sesuai Prosedur

byDelima Napitupuluand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberikan klarifikasi emosional terkait polemik pendirian Sekolah Siger di bawah naungan Yayasan...

Masjid Agung Al Furqon dekat Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung cerah berawan. (FOTO: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Selasa, 27 Januari 2026, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Selasa, 27 Januari 2026, cuaca Provinsi...

Wali Kota

Wali Kota Bagikan Perlengkapan Sekolah Dukung Pendidikan Gratis

byDelima Napitupuluand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka putus sekolah melalui distribusi bantuan sarana pendidikan....

Berita Terbaru

POCO X8 Pro Max
Teknologi

Spesifikasi dan Harga POCO X8 Pro Max, HP Terbaru dari Xiaomi Siap Masuk Indonesia

byEffran
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- POCO kembali menyiapkan kejutan besar untuk pasar Indonesia. Kali ini, brand dari Xiaomi tersebut akan membawa POCO...

Read moreDetails
Riki Matsuda

Resmi dari FIFA, Kapten Liga Jepang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia

27/01/2026
Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 27 Januari 2026 Melambung Tembus Rp2,9 Juta

27/01/2026
PENGANGGURAN DI INDONESIA. Sejumlah warga antre untuk mengurus pembuatan Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Serang, Banten. Kelompok usia 15 sampai 29 tahun atau Gen Z mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah pengangguran di Indonesia dengan 67 persen pengangguran berasal dari generasi tersebut, setara 4,9 juta orang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN

Lulusan Baru Terjepit Realita Kerja: Dituntut Pengalaman, Digaji di Bawah UMR hingga Nepotisme

27/01/2026
wali kota

Wali Kota Eva Dwiana Klaim Sekolah Siger Sesuai Prosedur

27/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.