IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 02/04/2026 13:54
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung

90 Persen Air Tidak Terserap Sebabkan Banjir di Bandar Lampung

Wandi BarboybyWandi Barboy
09/12/25 - 20:04
in Lampung, Podcast
A A
90 Persen Air Tidak Terserap Sebabkan Banjir di Bandar Lampung

Wakil Rektor II Itera, Arif Rohman, saat tampil di Studio Podcast Lampung Post Update, di Kantor Lampung Post, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa, 9 Desember 2025. (Dok Lampung Post)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co): Institut Teknologi Sumatera (Itera) menegaskan daerah cekungan di Rajabasa masuk tahap kritis dan tidak mampu menyerap air hujan. Minimnya ruang resapan membuat air langsung mengalir dan memicu banjir besar.

Wakil Rektor II Itera, Arif Rohman, memaparkan hasil pemetaan yang menunjukkan aliran air di Rajabasa hampir seluruhnya lolos dari tanah keras yang tidak lagi menyimpan air.
“Dari 100 persen air yang masuk ke cekungan, 90 persen langsung berubah menjadi banjir karena tanah tidak memberi ruang serapan,” ujar Arif Rohman saat tampil di Podcast Lampung Post Update, Selasa, 9 Desember 2025.

Ia menekankan pertumbuhan penduduk di kawasan hulu mendorong warga mengubah lahan hijau menjadi permukiman padat. Perubahan ini membuat tanah kehilangan kemampuan menahan air.
“Pertumbuhan penduduk di hulu melaju sangat pesat dan warga mengalihfungsi-kan lahan hijau resapan menjadi permukiman yang sama sekali tidak menahan air,” kata Arif.

Arif menemukan kondisi serupa di berbagai wilayah lain di Bandar Lampung. Limpasan air hujan yang melaju tanpa hambatan membuat banjir langsung menyerbu kawasan permukiman.
“Air dari hulu turun dengan volume penuh dan menumpuk di satu titik,” ujarnya.

Ia menegaskan pengurangan risiko banjir menuntut upaya menahan air sebelum air mencapai hilir. Ia menawarkan pendekatan nature-based solution dengan memperbanyak ruang resapan di lingkungan permukiman.
“Permukiman perlu memulihkan ruang serapan, misalnya memakai paving blok untuk halaman atau jalan,” jelas Arif.

Di hilir, Itera mendorong rekayasa alur sungai agar tidak melaju terlalu lurus. Alur yang berbelok atau meander mampu memperlambat laju air dari hulu.

Pemetaan Ulang

Itera juga mendorong pemerintah melakukan pemetaan ulang wilayah yang layak menjadi tampungan air. Seperti embung dan ruang terbuka hijau (RTH). Arif mengingatkan bahwa aturan tata ruang mewajibkan kota menyediakan 30 persen RTH.
“Wilayah yang menyimpan potensi tampungan air besar perlu pemerintah tetapkan sejak awal. Begitu juga RTH, karena aturan 30 persen sudah sangat jelas,” ujar Arif.

Arif menutup penjelasannya dengan menegaskan kebutuhan langkah jangka panjang. Ia menilai pembenahan tata ruang di hulu dan hilir serta penambahan ruang resapan harus berjalan bersamaan agar banjir musiman tidak terus menyerang Bandar Lampung.

Tags: air tidak terserapdaerah cekungan rajabasaInstitut Teknologi Sumatera (Itera)limpasan air hujanmemperbanyak ruang resapanpemetaan ulang wilayahpodcast lampung post updateruang resapan airruang terbuka hijauWakil rektor Itera Arif Rohman
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

snbp

57 Siswa MAN I Lampung Timur Lolos PTN

byDelima Napitupuluand1 others
02/04/2026

Sukadana (lampost.co)--Kabar membanggakan menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Timur. Sebanyak 57 peserta didik sekolah tersebut diterima...

Provinsi Lampung tidak hanya terkenal dengan pesona alam dan budayanya, tetapi juga memiliki sejumlah masjid besar yang menjadi pusat ibadah sekaligus ikon religi. Dok Lampost.co

7 Masjid Terbesar di Lampung yang Jadi Ikon Religi, Nomor 2 Paling Legendaris

byEffran
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung tidak hanya terkenal dengan pesona alam dan budayanya, tetapi juga memiliki sejumlah masjid besar...

TKD Dipangkas, Pemkot Metro Ambil Langkah Strategis Pinjaman Jangka Pendek

TKD Dipangkas, Pemkot Metro Ambil Langkah Strategis Pinjaman Jangka Pendek

byRicky Marlyand1 others
01/04/2026

Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengonfirmasi langkah strategis pengambilan pinjaman jangka...

Berita Terbaru

Ilustrasi harga pangan di Provinsi Lampung. Inflasi tahunan Lampung terjaga.
Ekonomi dan Bisnis

Ramadan Tak Picu Lonjakan Harga, Inflasi Lampung Maret 2026 Hanya 0,19 Persen

byAdi Sunaryo
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)– Tekanan harga di Provinsi Lampung selama Ramadan 2026 terpantau stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat...

Read moreDetails
Imbauan WFH. Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani. Dok/Antara

Apindo: Imbauan WFH Harus Fleksibel, Jangan Ganggu Produktivitas Dunia Usaha

02/04/2026
Rhoma Irama

Rhoma Irama Protes Keras Lagu Manipulasi AI: Segera Hentikan Tindakan Ini!

02/04/2026
snbp

57 Siswa MAN I Lampung Timur Lolos PTN

02/04/2026
Ilustrasi harga emas hari ini dan buyback emas.

Harga Jual Kembali Emas Hari Ini (Buyback) 2 April 2026 Naik Rp50 Ribu/Gram

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.