Bandar Lampung (Lampost.co) — South of Midnight, gim aksi-petualangan besutan Compulsion Games, meluncur pada 8 April 2025 untuk PC dan Xbox Series. Kabar baiknya, gim ini dipastikan akan menyusul ke PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2. Peluncuran ini akan terjadi pada musim semi 2026, memperluas jangkauan pemain lintas platform.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang The Game Awards 2025. Pada acara tersebut, South of Midnight juga meraih penghargaan Game dengan Dampak Terbesar. Pencapaian ini memperkuat posisi gim tersebut. Ini berkat kekuatan narasi dan pendekatan artistiknya yang menonjol.
Dunia Selatan Amerika yang Sarat Mitos dan Legenda
South of Midnight berlatar di kawasan Selatan Amerika Serikat. Wilayah ini dikenal kaya akan cerita rakyat, takhayul, dan legenda kelam. Pemain berperan sebagai Hazel, seorang gadis yang terdorong oleh peristiwa tragis di kampung halamannya. Hazel menapaki takdir sebagai Weaver, sosok dengan kekuatan magis untuk menyembuhkan ikatan dan roh yang rusak.
Perjalanan Hazel membawa pemain menjelajahi dunia fantasi yang suram. Dunia ini dihuni makhluk-makhluk ganjil dari cerita rakyat setempat. Mulai dari hewan raksasa dan makhluk rawa hingga entitas dunia lain, semuanya diramu. Atmosfernya kental dengan nuansa mistis dan emosional.
Perpaduan Eksplorasi, Pertarungan, dan Sihir Kuno
Dari sisi permainan, South of Midnight mengusung sudut pandang orang ketiga. Gim ini berfokus pada eksplorasi dan pertarungan. Pemain diajak menyusuri rawa, desa, dan lanskap alam yang penuh rahasia. Mereka akan mempelajari kekuatan magis kuno yang menjadi inti mekanik permainan.
Pertarungan dirancang cukup sederhana di awal, namun perlahan berkembang seiring progres cerita. Variasi kemampuan dan serangan baru membuat pertempuran terasa lebih dinamis. Meski struktur permainan cenderung konsisten: eksplorasi, pertempuran, tantangan kejaran, lalu pertarungan bos sebelum berpindah ke bab berikutnya.
Ulasan: Kekuatan Cerita dan Artistik Jadi Nilai Utama
South of Midnight menonjol bukan semata karena mekanik permainan. Kekuatan artistik dan penceritaannya juga memikat. Arahan visualnya terasa unik, memadukan gaya ilustratif dengan sentuhan animasi yang menyerupai stop motion. Ini menciptakan identitas visual yang berbeda dari gim aksi-petualangan kebanyakan.
Gameplay-nya memang tidak revolusioner, namun tetap solid dan responsif. Kesederhanaan mekanik justru membuat fokus pemain tertuju pada cerita dan atmosfer. Ada kalanya pola permainan terasa repetitif, tetapi hal tersebut tertutupi oleh narasi yang emosional dan penulisan karakter yang kuat.
Salah satu aspek paling berkesan adalah musik latarnya. Perpaduan jazz, soul, dan nuansa khas Selatan Amerika memperkuat emosi setiap adegan. Musik ini menjadikan dunia gim terasa hidup. South of Midnight terasa seperti pengalaman sinematik yang dapat dimainkan. Gim ini cocok bagi pemain yang mengutamakan cerita, suasana, dan eksplorasi budaya dalam sebuah gim.
Secara keseluruhan, South of Midnight adalah karya yang berani dan penuh karakter. Gim ini layak dicoba oleh penggemar petualangan naratif. Mereka yang tertarik pada legenda serta folklore Amerika Selatan akan menikmatinya. Terlebih dengan rencana ekspansinya ke lebih banyak platform pada tahun depan.








