IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 02/04/2026 20:41
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Tingginya Harga Sewa Properti Tekan Dunia Usaha

Mereka terpaksa mencari lokasi di wilayah pinggiran atau pedesaan yang masih sesuai dengan kemampuan finansial.

EffranSilvia AgustinabyEffranandSilvia Agustina
17/12/25 - 21:35
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pengamat: Pemusnahan Barang Ilegal Jangan Sekadar Seremoni

Pengamat Ekonomi Universitas Lampung, Marselina Djayasinga. (Lampost.co/Silvia)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Harga sewa yang tinggi terhadap properti komersial, seperti ruko di kawasan perkotaan memberi tekanan besar terhadap dunia usaha dan perekonomian daerah. Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi tidak tumbuh optimal meski berada di lokasi strategis pusat kota.

Pengamat ekonomi Universitas Lampung, Marselina Djayasinga, menilai mahalnya harga properti mendorong masyarakat dan pelaku usaha keluar dari pusat kota. Mereka terpaksa mencari lokasi di wilayah pinggiran atau pedesaan yang masih sesuai dengan kemampuan finansial.

“Pengaruh ekonomi dari mahalnya harga rumah dan lahan sewa di perkotaan membuat masyarakat terpaksa membeli tanah atau menyewa rumah di pedesaan atau pelosok yang masih terjangkau dengan penghasilannya,” ujar dia, Rabu, 17 Desember 2025.

Akibatnya, banyak lahan dan bangunan di pusat kota justru kosong karena tidak laku terjual maupun disewa. Fenomena itu terlihat dari maraknya papan rumah dan tanah dijual di berbagai kota besar, termasuk Bandar Lampung.

Di Bandar Lampung, kondisi tersebut tampak di sejumlah jalan utama dan kawasan elit, seperti Pahoman, Rawalaut, Garuntang, dan sekitarnya. Banyak bangunan kosong dalam waktu lama dan tidak terawat, meski berada di kawasan ekonomi potensial.

Fenomena Lahan dan Bangunan Kosong

Guru besar ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila itu menilai mahalnya harga properti saat ini tidak lepas dari perubahan nilai ekonomi properti dari waktu ke waktu. Rumah-rumah besar bangunan era 1960-an hingga 2000-an dengan harga yang relatif murah.

“Rumah-rumah dan tanah-tanah itu saat ini terjual untuk dibagi kepada ahli waris karena tidak lagi ditempati. Namun, sekarang harganya sudah naik berkali-kali lipat dan menjadi sangat tinggi,” kata dia.

Menurut dia, lonjakan harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli masyarakat, baik rumah tangga maupun pelaku usaha. Hal itu tidak mampu menjangkau harga rumah dan lahan di kawasan strategis perkotaan. “Mau jadi tempat usaha dengan harga setinggi itu tidak mungkin,” kata dia.

Ia menambahkan, tingginya harga sewa atau beli properti berdampak langsung pada struktur biaya usaha. Kondisi itu membuat pelaku usaha kesulitan menutupi biaya operasional, terutama jika berlokasi di jalan-jalan utama.

“Melakukan usaha di jalan utama dengan harga yang mahal akan mengakibatkan biaya operasional tinggi dan sulit menutupi biaya tersebut,” tutur Marsel.

Fenomena lahan dan bangunan kosong yang terbiarkan bertahun-tahun sangat merugikan secara ekonomi. Kota berpotensi menjadi sepi, tidak menarik bagi investasi, dan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Kota menjadi mati, sepi, gelap, dan tidak menarik bagi investasi karena penuh tanah serta bangunan tua yang tidak terawat,” ujar dia.

Ia menegaskan kondisi itu menunjukkan mekanisme pasar tidak berjalan dengan baik. Harga tanah dan bangunan terlalu mahal, sedangkan permintaan rendah sehingga memerlukan campur tangan pemerintah.

“Fenomena ini menunjukkan mekanisme pasar tidak berjalan dan memerlukan intervensi pemerintah agar perekonomian kembali berjalan efisien,” dia menjelaskan.

Selain berdampak ekonomi, kondisi tersebut membawa efek sosial lanjutan. Tekanan ekonomi akibat mahalnya hunian dan biaya hidup berpotensi memengaruhi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Tags: Bank tanahharga sewa toko di lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, kereta api masih menjadi moda transportasi dengan jumlah penumpang...

Ilustrasi Kripto. Dok/Antara

Tokocrypto Siapkan Inovasi dan Ekspansi Akses

byAdi Sunaryoand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co)– Di tengah perlambatan transaksi aset kripto awal 2026, pelaku industri mulai menggenjot inovasi untuk menjaga minat pasar. Salah...

Ilustrasi Kripto. Dok/Antara

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Sinyal Industri Digital RI Kian Matang

byAdi Sunaryoand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co)– Penerimaan pajak dari transaksi aset kripto di Indonesia menembus Rp1,96 triliun hingga Februari 2026. Lonjakan ini menjadi sinyal...

Berita Terbaru

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang
Ekonomi dan Bisnis

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, kereta api masih menjadi moda transportasi dengan jumlah penumpang...

Read moreDetails
Dua Mahasiswi Unila yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal

Dua Mahasiswi Unila yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal

02/04/2026
Ilustrasi Kripto. Dok/Antara

Tokocrypto Siapkan Inovasi dan Ekspansi Akses

02/04/2026
Gubernur Lampung Apresiasi PLN UID Lampung atas Keandalan Listrik saat Salat Idulfitri 1447 H

Gubernur Lampung Apresiasi PLN UID Lampung atas Keandalan Listrik saat Salat Idulfitri 1447 H

02/04/2026
Ilustrasi Kripto. Dok/Antara

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Sinyal Industri Digital RI Kian Matang

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.