Pringsewu (Lampost.co) — Upaya meningkatkan keberhasilan pemberian ASI pada ibu postpartum terus diperkuat melalui pendekatan edukasi berbasis ilmu pengetahuan. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui penerapan hypnobreastfeeding. Metode edukasi menyusui ini menitikberatkan pada penguatan aspek psikologis ibu.
Pendekatan ini diterapkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Hilirisasi Penelitian. Kegiatan ini bertajuk Penerapan Hypnobreastfeeding untuk Meningkatkan Keberhasilan Menyusui pada Ibu Postpartum. Acara tersebut digelar di Posyandu Anggrek, Kelurahan Pringsewu Timur, Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, dipimpin oleh Dr. Yusari Asih, SST., Bdn., M.Kes, bersama tim dosen Marlina, SST., Bdn., M.Kes dan Indah Trianingsih, SST., Bdn., M.Kes. Program ini menjadi bagian dari hilirisasi hasil penelitian akademik agar dapat diterapkan langsung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Pringsewu Timur serta bersinergi dengan Puskesmas Pringsewu. Kolaborasi lintas sektor tersebut melibatkan Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Bidan Desa, kader posyandu, serta para ibu postpartum sebagai peserta utama.
Hypnobreastfeeding merupakan metode edukasi menyusui berbasis psikologis yang mengombinasikan teknik relaksasi, sugesti positif, dan penguatan mental ibu. Metode ini bertujuan membantu ibu mencapai kondisi rileks, nyaman, dan percaya diri selama menyusui, yang berpengaruh pada kelancaran produksi ASI.
Dalam kegiatan tersebut, para ibu postpartum mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kondisi mental dan emosional selama masa menyusui. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan praktik hypnobreastfeeding secara sederhana dan aplikatif. Kegiatan dimulai dari teknik pernapasan relaksasi, afirmasi positif, hingga cara menciptakan suasana menyusui yang nyaman di rumah.
Jembatan Keilmuan dan Kebutuhan Riil
Ketua tim pengabdian, Dr. Yusari Asih, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan antara hasil riset dan kebutuhan riil masyarakat. Melalui hypnobreastfeeding, ibu tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk mengelola stres, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan keberhasilan menyusui.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi edukasi dan diskusi. Sejumlah ibu postpartum aktif berbagi pengalaman. Mereka juga membahas tantangan yang dihadapi selama menyusui.
“Sebagian peserta mengaku merasakan manfaat relaksasi setelah mengikuti praktik hypnobreastfeeding, sehingga merasa lebih tenang dan termotivasi untuk memberikan ASI,” katanya.
Kepala Puskesmas Pringsewu menilai pendekatan hypnobreastfeeding sejalan dengan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Edukasi menyusui yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan emosional ibu, dinilai penting untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Tambahan Wawasan
Bidan Koordinator Puskesmas Pringsewu juga menyebut kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi bidan serta kader posyandu dalam pendampingan ibu nifas. Sementara itu, Bidan Desa menyampaikan bahwa para ibu peserta tampak lebih rileks dan percaya diri setelah mengikuti sesi edukasi.
Pemerintah Kelurahan Pringsewu Timur mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penguatan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Pendekatan hypnobreastfeeding diharapkan dapat menjadi salah satu strategi edukasi menyusui. Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi sehat dan berkualitas dapat terwujud sejak dini.








