Bandar Lampung (Lampost.co) — Bandar Lampung memiliki destinasi hospitality baru dengan konsep berbeda. Granny’s Nest Boutique Hotel & Café resmi buka pada 20 Desember 2025. Hotel dan kafe itu mengusung desain arsitektur mid-century menghadirkan suasana rumah keluarga yang intim dan fungsional.
Peresmian hotel berlangsung dalam acara Grand Opening & Charity Event bertajuk From Lampung With Love, dengan menghadirkan Gilang Dirga sebagai bintang tamu.
Granny’s Nest tidak hanya menawarkan kamar menginap. Hotel itu juga menghadirkan kafe publik, ruang rapat, musola, dan kolam renang keluarga.
Co-Founder Granny’s Nest, Sheyla Taradia Habib, mengatakan filosofi hotel membawa nilai emosional. “Kami ingin menghadirkan hotel yang bukan hanya cantik secara visual, tapi juga punya jiwa. Orang bisa datang dan merasa pulang,” ujar Sheyla.
Granny’s Nest menggabungkan pembukaan bisnis dengan aksi sosial. Manajemen mendonasikan 100 persen penjualan dari kafe pada hari pembukaan. Donasi tersebut untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, melalui Dompet Dhuafa Lampung.
Sheyla menjelaskan bisnis dan kepedulian sosial harus berjalan seiring. Ia menyebut usaha itu lahir dari perjalanan panjang UMKM. “Kami berawal dari UMKM dan punya mimpi besar. Kami ingin tumbuh menjadi korporasi tanpa meninggalkan nilai berbagi,” kata dia.
Granny’s Nest berada di rumah masa kecil keluarga sehingga memiliki nilai emosional yang kuat baginya. “Kami berani melangkah tanpa investor. Kami hanya punya doa, keberanian, dan dukungan orang tua,” ujarnya.
Granny’s Nest berada di bawah Dampingi Group, yang mengelola tiga brand, yaitu Beeme, Sambal Alu, dan Granny’s Nest.
Transparansi CSR
Sementara itu, Gilang Dirga, menilai transparansi donasi menjadi nilai lebih.b“Biasanya CSR hanya ada di laporan. Di sini jelas karena tahu uangnya ke mana,” ujar aktor dan presenter tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung brand lokal Lampung. Gilang berharap Granny’s Nest menjadi pilihan menginap wisatawan luar daerah. “Kalau saya ke Lampung, pasti menginap di sini. Ini contoh anak daerah yang berani bermimpi besar,” kata Gilang.
Granny’s Nest bisa menjadi ruang berkumpul komunitas, keluarga, dan pebisnis. Hotel itu juga membawa konsep syariah yang ramah dan terbuka dengan desain estetik dan nilai sosial. Hal itu menambah warna baru industri hospitality Lampung.








