Jakarta (Lampost.co): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan penanganan persoalan kontaminasi radioaktif Cesium-137 pada produk udang beku Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat telah berjalan tuntas. Saat ini, produk udang Indonesia kembali menembus pasar Amerika Serikat.
“Kita semua berhasil melewati persoalan Cesium-137 yang selama dua hingga tiga bulan terakhir menekan industri udang. Sejak 31 Oktober, kita sudah melaksanakan ekspor perdana sehingga udang Indonesia kembali masuk ke pasar Amerika Serikat,” ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, dalam konferensi pers di Jakarta.
Ishartini menyampaikan bahwa unit pelaksana teknis bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir menjalankan pelatihan pemindaian dan pengambilan sampel produk udang Indonesia.
“Kita sudah menyelesaikan SOP secara menyeluruh. Sekarang kita tinggal bergerak untuk kembali melancarkan ekspor,” kata Ishartini.
Ishartini menegaskan bahwa industri udang bersama seluruh pemangku kepentingan harus menunjukkan kualitas produk untuk memulihkan reputasi udang Indonesia di pasar internasional.
“Kita menjaga SOP dari hulu sampai hilir hingga produk berangkat. Kita memastikan dan menjamin seluruh produk bebas dari kontaminasi,” imbuhnya. Ia meyakini pasar akan merespons secara positif dan kembali menerima udang Indonesia.
“Selain itu, kami juga menjalin komunikasi dengan asosiasi buyer, khususnya regulator di Amerika Serikat, untuk memberikan pemahaman kepada pasar bahwa Indonesia telah memenuhi seluruh ketentuan,” ujarnya.
KKP menargetkan normalisasi bahkan peningkatan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat mulai tahun depan.
“Bulan ini kita menyelesaikan ekspor 134 kontainer atau sekitar 2.000 ton. Harga per kilogram mencapai sekitar Rp80 ribu. Tahun depan, ekspor akan kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Nilai ekspor udang ke Amerika Serikat tahun lalu mencapai US$1,3 miliar, dan tahun depan kita menargetkan nilai US$1,5 miliar,” tutup Ishartini.








