Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya koperasi sebagai fondasi utama penguatan ekonomi rakyat dari desa. Koperasi pun menjadi instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Jihan menyebut Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian daerah. Potensi tersebut perlu penguatan melalui kelembagaan ekonomi desa yang sehat dan berdaya saing.
Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan sejumlah komoditas unggulan. Potensi tersebut harus dengan penguatan ekosistem hilirisasi agar nilai tambah dapat masyarakat desa nikmati.
“Lampung sebagai lumbung pangan nasional dengan potensi unggulan seperti padi, jagung, dan ubi kayu. Kini kami sedang menata ekosistem hilirisasinya melalui kolaborasi dan sinergi antarpihak,” ujar Jihan.
Dia juga memaparkan perkembangan pembentukan Koperasi Merah Putih di Lampung. Hingga pertengahan 2025, ribuan desa dan kelurahan memiliki koperasi yang berbadan hukum resmi.
Ia menyebut 2.651 desa dan kelurahan di Lampung memiliki Koperasi Merah Putih. Capaian tersebut menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi tercepat dalam pembentukan koperasi tersebut secara nasional.
“Koperasi Merah Putih mendorong kemandirian desa, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambah dia.
Meski demikian, Jihan menekankan pentingnya pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai tata kelola yang baik menjadi kunci agar koperasi mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta BUMD, termasuk Bank Lampung, untuk menyinergikan kebijakan pembiayaan koperasi. Sinergi tersebut mampu mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.







