Jakarta (Lampost.co) — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berkomitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Komitmen itu ditegaskan Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelang puncak konsumsi akhir tahun.
Poin Penting:
-
DPR fokus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Nataru.
-
Pengawasan Komisi XI mencakup fiskal, moneter, dan keuangan.
-
Kelas menengah terlindungi dari tekanan ekonomi.
Menurut Misbakhun, periode Nataru selalu memicu lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, DPR memperkuat fungsi pengawasan kebijakan ekonomi nasional secara konsisten.
Selain itu, Komisi XI DPR memiliki mandat strategis dalam mengawasi kebijakan fiskal dan moneter. Mandat tersebut mencakup sektor jasa keuangan dan stabilitas sistem ekonomi nasional.
Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Turun Sepekan Jelang Nataru
Dengan posisi tersebut, Komisi XI memastikan kebijakan berjalan efektif di tengah tekanan musiman. Tekanan itu biasanya muncul akibat peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat. “Momentum Nataru selalu meningkatkan konsumsi masyarakat,” ujar Misbakhun, Rabu, 24 Desember.
Karena itu, DPR mengawal pengendalian inflasi dan stabilisasi harga dan daya beli secara nyata.
Selanjutnya, Misbakhun menegaskan pengawasan DPR tidak berhenti pada perumusan kebijakan. Pengawasan juga menyasar implementasi kebijakan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Menurutnya, efektivitas kebijakan ekonomi harus terukur dari stabilitas harga kebutuhan pokok. Selain itu, daya beli masyarakat harus tetap terjaga selama libur akhir tahun.
Oleh sebab itu, DPR mendorong pemerintah menjaga keseimbangan konsumsi dan inflasi. Keseimbangan itu penting agar pertumbuhan ekonomi tetap sehat dan berkelanjutan. “Stabilitas makroekonomi membutuhkan pengawasan konsisten dan terukur. Terutama, saat tekanan inflasi musiman meningkat,” ujar Misbakhun.
Berdampak Langsung
DPR juga memastikan indikator makro berdampak langsung pada ekonomi riil. Masyarakat harus merasakan langsung pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Komisi XI mengawal kebijakan perlindungan daya beli masyarakat. Selain itu, DPR memperhatikan kelangsungan konsumsi domestik nasional.
Misbakhun menilai kelas menengah memegang peran penting menjaga roda ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi harus melindungi kelompok tersebut.
Selama Nataru, DPR mengantisipasi lonjakan harga yang berlebihan. Langkah tersebut penting demi menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, Komisi XI juga fokus pada stabilitas sistem keuangan. Stabilitas tersebut krusial saat transaksi keuangan meningkat tajam.
Selain transaksi, mobilitas masyarakat juga memicu risiko ekonomi. Karena itu, pengawasan berbasis data menjadi keharusan. “Kepercayaan publik adalah modal utama stabilitas ekonomi nasional,” kata Misbakhun.
Kepercayaan itu lahir dari pengawasan yang tegas dan transparan. Dengan pengawasan tersebut, DPR berharap ekonomi tetap stabil selama Nataru agar masyarakat dapat menikmati libur akhir tahun dengan aman dan wajar.








