Bandar Lampung (Lampost.co): Universitas Lampung (Unila) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Kerja Sama Penelitian dan Pengabdian Tahun 2025 bersama mitra strategis, beberapa waktu lalu.
Para pimpinan dan perwakilan instansi pemerintah daerah, lembaga teknis, BUMN dan BUMD, dosen peneliti, serta perwakilan fakultas menghadiri kegiatan tersebut. Para peserta berperan sebagai mitra utama dalam menyusun arah kebijakan riset dan pengabdian yang lebih terstruktur, aplikatif, dan berbasis kebutuhan daerah.
Ketua LPPM Unila Dr Eng Ir Dikpride Despa menegaskan FGD tersebut tidak hanya mengevaluasi program sepanjang 2025. Tetapi, juga memetakan peluang kerja sama yang lebih strategis pada 2026.
Sepanjang 2025, Unila menjalankan berbagai kolaborasi. Mulai dari penyediaan lokasi penelitian dan dukungan pendanaan hibah kementerian dan lembaga eksternal. Selain itu, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Ia menilai kolaborasi tersebut membangun fondasi penting bagi peningkatan kualitas riset yang berdampak langsung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Unila menjalankan penelitian dan pengabdian dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian, serta lembaga pendanaan lainnya. Ke depan, kami ingin memastikan setiap kegiatan benar-benar berdampak. Hal itu selaras dengan semangat kampus berdampak, mahasiswa berdampak, dan penelitian berdampak,” ujarnya.
Arahan Strategis
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila Prof Dr Ayi Ahadiat membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sejumlah arahan strategis.
Ia menekankan Unila perlu mengarahkan riset dan pengabdian untuk memperkuat ekosistem inovasi regional. Terutama, dalam konteks pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di setiap kabupaten dan kota.
Ia menyebut banyak agenda strategis pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademik, mulai dari perumusan kebijakan, penyelesaian persoalan sosial, peningkatan layanan publik, hingga pengembangan komoditas unggulan berbasis data dan kajian ilmiah.
“Setiap daerah memiliki isu strategis dalam RPJMD sebagai mandat politik kepala daerah. Unila siap mendampingi agar agenda tersebut berjalan melalui riset dan pengabdian yang kuat dan relevan,” tegasnya.




