Kalianda (Lampost.co) — Lampung Selatan kembali menjadi salah satu titik paling menentukan dalam arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Wilayah ini menjadi gerbang utama keluar-masuk Pulau Sumatera. Oleh karena itu, sedikit gangguan saja berpotensi memicu kemacetan panjang dan risiko kecelakaan.
Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi di sejumlah titik strategis, terutama di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dan kawasan rest area. Kondisi ini menuntut koordinasi lintas sektor berjalan efektif, bukan sekadar formalitas.
Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar menegaskan bahwa tanpa kerja bersama antarinstansi, kelancaran arus mudik akan sulit dijaga.
“Lampung Selatan merupakan wilayah strategis dalam arus mudik dan balik Nataru. Sinergi antara pengelola jalan tol, aparat keamanan, dan pemerintah daerah menjadi kunci. Hal ini agar arus lalu lintas berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata M Syaiful Anwar, di Kalianda, Kamis (25/12).
Apel siaga Nataru yang digelar di Rest Area 87 B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar melibatkan berbagai unsur. Mulai dari TNI-Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga pengelola jalan tol. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas selama libur akhir tahun.
“Pentingnya kolaborasi seluruh pihak guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol selama periode Nataru, khususnya di titik-titik strategis dengan tingkat mobilitas tinggi,” ujarnya pula.
Di luar agenda resmi, Wabup Lampung Selatan juga memanfaatkan momen tersebut untuk melihat langsung kondisi pemudik di rest area. Interaksi singkat dengan pengguna jalan dilakukan untuk mengetahui situasi perjalanan dan memastikan fasilitas pendukung berfungsi optimal.
“Saya berdialog langsung dengan para pengguna jalan, menanyakan kondisi perjalanan, serta mendoakan agar seluruh pemudik selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, bingkisan dibagikan kepada pengendara dan wisatawan yang melintas. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga pendekatan humanis di tengah padatnya arus mudik Natal dan Tahun Baru.







