Lampung Timur (Lampost.co) — Harga sejumlah bahan pokok Provinsi Lampung masih bertahan tinggi menjelang tahun baru 2026. Kenaikan paling signifikan ada pada komoditas cabai dan bawang merah, yang sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.
Poin penting :
1. Sejumlah harga bahan pokok jelang Nataru alami kenaikanPedagang pasar Pekalongan, Lampung Timur mengaku terdapat sejumlah harga komoditas almi kenaikan. // Silvia
2. Pedagang akui kenaikan sejumlah komoditas terjadi dua pekan terakhir
3. Kebanyakan kenaikan harga bapok karena dampak cuaca
Pedagang Pasar Pekalongan, Lampung Timur, mengatakan harga cabai rawit saat ini sudah menembus Rp80 ribu per kilogram. Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan yakni Rp38 ribu per kilogram.
Menurut dia kenaikan harga tersebut sudah berlaku sejak dua minggu terakhir dan masih bertahan tinggi pada momen Natal 2025 dan menjelang tahun baru 2026.
Ia menyebut pasokan dari daerah penghasil sedikit terhambat akibat cuaca, sehingga penyaluran tidak berjalan lancar.
Meski begitu, ia akui ketersediaan pasokan masih mencukupi tingginya permintaan pada momen tersebut meski tidak melimpah seperti biasanya.
“Barangnya ada, tapi emang agak kurang, telat dateng. Cuaca kan gelombang ya pengiriman terganggu,” ujar dia, Senin, 29 Desember 2025.
Baca juga : Harga Bahan Pokok Merangkak Naik, Diduga Akibat Permintaan Program MBG
Sementara untuk wilayah Bandar Lampung, berdasarkan data rata-rata harga bahan pokok melalui Siaga Bapok per 29 Desember 2025, tren kenaikan memang terjadi pada sejumlah komoditas strategis.
Cabai merah keriting tercatat sekitar Rp46 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp6 ribu.
Sementara cabai rawit merah caplak menjadi komoditas termahal dengan harga rata-rata Rp68 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp8 ribu.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang merah rata-rata seharga Rp40 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp5 ribu, sedangkan bawang putih honan berada kisaran Rp33.500 per kilogram atau naik sekitar Rp1.500.
Harga beras medium Bulog turut mengalami penyesuaian. Beras medium kini sekitar Rp12.500 per kilogram atau naik sekitar Rp500.
Selain itu, harga telur ayam ras tercatat naik sekitar Rp1.000 menjadi Rp28.500 per kilogram, sementara daging ayam ras sekitar Rp38.500 per kilogram atau naik sekitar Rp3.000.
Dalam tren kenaikan tersebut, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Jagung pipilan tercatat turun cukup signifikan dan kini sekitar Rp6.000 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada harga daging sapi has dalam atau super yang kini berada pada kisaran Rp117.500 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng Minyakita relatif stabil dengan kecenderungan turun tipis sekitar Rp500 menjadi Rp16.500 per liter. Gula pasir curah juga terpantau stabil kisaran Rp18.000 per kilogram.








