Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim kondisi inflasi daerah tetap terkendali menjelang pergantian tahun 2025. Lampung mencatat inflasi 1,14 persen dan masuk tiga terendah secara nasional.
Capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan jelang akhir tahun. Namun, pemerintah mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan utama.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai yang terjadi di beberapa wilayah sentra produksi di Lampung.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, menyebut inflasi Lampung masih dalam batas aman. Pemerintah terus memantau pergerakan harga secara intensif.
“Inflasi Lampung berada di angka 1,14 persen dan termasuk rendah secara nasional,” kata Bani, saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Command Center Diskominfotik Lampung, Senin, 29 Desember 2025.
Ia menyebut cabai merah dan cabai rawit menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga. Lonjakan harga itu dipicu faktor cuaca ekstrem sehingga memengaruhi pasokan dari daerah penghasil utama.
Kabupaten Lampung Timur tercatat sebagai wilayah dengan harga cabai tertinggi. Gangguan distribusi dan produksi menyebabkan pasokan tidak optimal.
Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan.
Pemprov Lampung menjamin stok pangan strategis dalam kondisi aman.
Pemerintah memastikan ketersediaan 12 bahan pangan pokok hingga awal 2026. Stok tersebut bisa mencukupi hingga satu sampai dua bulan setelah tahun baru.
Bani menegaskan pemerintah siap mengambil langkah cepat jika terjadi kekurangan pasokan. Distribusi antarwilayah untuk menjaga keseimbangan stok.
Pemprov Lampung juga menggandeng dinas terkait dalam pengawasan pasar. Dinas Perdagangan akan melakukan pemantauan rutin dan inspeksi lapangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah berharap stabilitas harga tetap terjaga hingga awal 2026. Sinergi antarinstansi menjadi kunci menjaga inflasi tetap rendah. “Kami akan melakukan sidak pasar untuk memastikan stok dan harga tetap terkendali,” ujarnya.
(Intan)







