Jakarta (Lampost.co) — Penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia semakin mendekati kenyataan. Pelatih asal Inggris itu terkenal selalu datang bersama tim kepercayaannya.
Dalam setiap proyek besar, Herdman jarang bekerja sendiri. Ia membawa asisten yang lama memahami metode dan visinya. Kehadiran staf lama membuat proses adaptasi berjalan cepat. Pola kerja tim juga langsung terbentuk sejak hari pertama.
Berikut tiga nama asisten John Herdman yang berpeluang besar ikut menangani Timnas Indonesia.
Eric Tenllado
Eric Tenllado menjadi figur paling dekat dengan John Herdman. Keduanya bekerja bersama sejak era tim nasional Kanada. Tenllado memulai karier kepelatihan di Espanyol pada 2009. Ia kemudian melanjutkan karier ke Kanada bersama Toronto High Park FC.
Pada 2020, Herdman mengajak Tenllado bergabung ke timnas Kanada. Kerja sama itu berlanjut hingga Toronto FC pada 2023. Tenllado mengantongi lisensi UEFA Pro Diploma.
Ia kuat dalam taktik dan pengembangan pemain. Rekam jejak panjangnya, peluang Tenllado ikut ke Timnas Indonesia sangat terbuka.
Simon Eaddy
Simon Eaddy berasal dari Selandia Baru dan berusia 54 tahun. Ia merupakan mantan kiper Auckland City. Sebelum pensiun, Eaddy menekuni peran pelatih kiper. Federasi Kanada kemudian mempercayainya mendampingi Herdman.
Sejak 2012, Eaddy selalu masuk dalam staf Herdman. Ia ikut menangani timnas putri Kanada, timnas pria, hingga Toronto FC. Pengalaman panjang membuat Eaddy memahami filosofi Herdman secara menyeluruh. Perannya krusial dalam membangun lini pertahanan.
Robyn Gayle
Robyn Gayle merupakan mantan pemain timnas putri Kanada. Ia pernah menjadi pemain asuhan langsung John Herdman. Setelah pensiun pada 2015, Gayle masuk ke tim pelatih. Ia menangani aspek performa dan kebugaran pemain.
Gayle selalu mendampingi Herdman di berbagai level tim. Kolaborasi mereka berlangsung selama bertahun-tahun. Gayle saat ini menjabat direktur teknik Vancouver Rise FC sejak April 2025. Namun, peluang reuni tetap terbuka.
Herdman pun membangun tim berbasis kepercayaan. Ia mengutamakan staf yang memahami budaya kerja sejak lama. Jika resmi melatih Indonesia, membawa asisten lama menjadi langkah logis. Proses transformasi tim bisa berjalan lebih cepat.
Kombinasi pelatih kepala dan staf solid berpotensi memberi dampak besar. Timnas Indonesia bisa memasuki fase baru yang lebih terstruktur.








