Bandar Lampung (Lampost.co) — Tradisi bakar-bakar kembali mendongkrak penjualan jagung jelang pergantian tahun. Masyarakat Bandar Lampung ramai berburu jagung untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga.
Pedagang jagung di berbagai titik kota merasakan lonjakan pembelian. Permintaan meningkat tajam sejak dua hari sebelum 31 Desember.
Dendi, pedagang jagung di Jalan Pramuka, Kemiling, mengaku penjualan naik drastis. Ia menjual jagung manis dengan harga Rp15 ribu per 2 kilogram.
Pasokan jagung berasal dari wilayah Metro. Ia menyiapkan sekitar 20 karung untuk memenuhi permintaan pasar.
Dia mendistribusikan jagung ke beberapa kawasan, termasuk Pasar Karang dan Teluk. Dia menyiapkan 10 karung setiap hari.
Satu karung jagung memiliki berat sekitar 75 hingga 80 kilogram. Jumlah itu biasanya habis lebih cepat saat mendekati malam tahun baru.
Penjualan tetap berjalan setiap hari. Namun, pembeli membludak saat momen pergantian tahun. Ia mulai menambah stok dua hari sebelum tahun baru. Pasokan tambahan tiba sehari sebelum malam perayaan.
Lonjakan serupa juga dirasakan Sukini, pedagang sayur di Jalan Purnawirawan, Langkapura. Ia menjual dengan harga Rp2.500 per buah. Dia mengambil pasokan dari Jatimulyo. Ia sudah lama berlangganan dengan pemasok di wilayah tersebut.
Menjelang tahun baru, Sukini menambah jumlah stoknya. Ia biasanya mengambil sekitar 70 kilogram untuk stok harian. Pada hari biasa, Sukini hanya menjual 10 hingga 20 buah. Jumlah pembelian melonjak drastis saat malam tahun baru.
Sukini menyebut tradisi bakar-bakar menjadi penyebab utama kenaikan permintaan. Pembeli datang sejak pagi hingga sore hari. Meski berjualan setiap hari, lonjakan penjualan hanya muncul pada momen tertentu. Tahun baru menjadi waktu paling ramai bagi pedagang.
Restu Amalia







