IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 03/04/2026 05:43
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi RI 2026 Dibayangi Tekanan Kelas Menengah, Sinyal Belanja Masih Lemah?

Sebagian buruh menilai persentase kenaikan upah belum cukup menopang kebutuhan hidup.

EffranbyEffran
06/01/26 - 09:00
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Desa Sejahtera Astra Bajawa Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Petani Desa Sejahtera Astra Bajawa tengah memanen biji kopi merah yang telah matang sempurna di kebun kopi dataran tinggi Flores. Warna merah pada biji menandakan kualitas terbaik yang siap diolah menjadi kopi Bajawa dengan cita rasa khas dan aroma yang kuat. (Dok. Astra)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Memasuki awal 2026, ekonomi Indonesia menghadapi sinyal yang beragam. Kenaikan upah minimum provinsi terjadi serentak di banyak daerah. Namun, respons pekerja tidak sepenuhnya positif.

Sebagian buruh menilai persentase kenaikan upah belum cukup menopang kebutuhan hidup. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap daya beli kelas menengah.

Padahal, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah ekonom menilai kenaikan upah tetap memberi efek positif.

Tambahan pendapatan berpotensi mendorong belanja meski terbatas. Dari sisi makro, Badan Pusat Statistik merilis kabar menggembirakan.

Neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatat surplus US$2,66 miliar. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus selama 67 bulan berturut-turut.

Surplus perdagangan berlangsung konsisten sejak Mei 2020. BPS mencatat surplus nonmigas mencapai US$4,64 miliar.

Komoditas penyumbang utama berasal dari lemak nabati, besi baja, dan nikel. Sementara itu, sektor migas masih mencatat defisit US$1,98 miliar. Defisit tersebut berasal dari impor minyak mentah dan produk turunannya.

Deputi BPS, Pudji Ismartini, menyebut kinerja nonmigas tetap menjadi penopang utama. Ia menilai ekspor industri pengolahan masih menunjukkan daya tahan.

Dari faktor eksternal, tekanan global mulai mereda. Ketegangan perang dagang internasional cenderung menurun.

Amerika Serikat juga melonggarkan rencana tarif resiprokal. Indonesia termasuk negara yang diuntungkan dari kebijakan tersebut.

Konflik Amerika Serikat dan Venezuela diprediksi berdampak minimal. “Nilai perdagangan Indonesia dengan Venezuela hanya 0,02 persen dari total ekspor,” kata Pudji.

Produksi minyak Venezuela juga belum berpengaruh besar ke pasar global. Harga minyak dunia bisa tetap stabil dalam jangka pendek.

Dari dalam negeri, DPR mengesahkan RAPBN 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

Target inflasi di level 2,5 persen. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.153,58 triliun.

Penerimaan pajak bisa menyumbang Rp2.693,71 triliun. Pemerintah berharap belanja negara menjaga momentum pemulihan.

Tantangan Kelas Menengah

Namun, tantangan terbesar tetap berada pada kelas menengah. Tekanan harga pangan dan energi masih membatasi konsumsi. Ekonom menilai keberhasilan target 2026 bergantung pada daya beli. Tanpa penguatan konsumsi, pertumbuhan berisiko melambat.

Prospek ekonomi 2026 membutuhkan kebijakan yang lebih pro kelas menengah. “Stabilitas harga dan lapangan kerja berkualitas menjadi kunci utama,” ujarnya.

Tags: Daya beli masyarakatekonomi Indonesia 2026kelas menengah tertekanpertumbuhan ekonomi RIprospek ekonomi 2026RAPBN 2026
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Gedung BPS di Jakarta. ANTARA//Dewa Wiguna

Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Turun 6,34 Poin

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung...

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang

Penumpang Kereta Api Masih Terbanyak Capai 74.979 Orang

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, kereta api masih menjadi moda transportasi dengan jumlah penumpang...

Ilustrasi Kripto. Dok/Antara

Tokocrypto Siapkan Inovasi dan Ekspansi Akses

byAdi Sunaryoand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co)– Di tengah perlambatan transaksi aset kripto awal 2026, pelaku industri mulai menggenjot inovasi untuk menjaga minat pasar. Salah...

Berita Terbaru

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif
Lampung

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif

byRicky Marly
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana penutupan akses di Jalan RA Basyid, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai berdampak pada...

Read moreDetails
​Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay menyampaikan ekspos kasus kriminal. Dok Polresta

Modus Tawarkan Pijat, Pelaku Curanmor di Bengkel Langkapura Diringkus

02/04/2026
Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Dua Pelaku Curanmor Terancam Pidana 9 Tahun Penjara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Komplotan Curanmor Asal Lampung Tengah Sudah Gasak Motor di 11 Lokasi

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.