• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 02/02/2026 19:34
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi RI 2026 Dibayangi Tekanan Kelas Menengah, Sinyal Belanja Masih Lemah?

Sebagian buruh menilai persentase kenaikan upah belum cukup menopang kebutuhan hidup.

EffranbyEffran
06/01/26 - 09:00
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Desa Sejahtera Astra Bajawa Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Petani Desa Sejahtera Astra Bajawa tengah memanen biji kopi merah yang telah matang sempurna di kebun kopi dataran tinggi Flores. Warna merah pada biji menandakan kualitas terbaik yang siap diolah menjadi kopi Bajawa dengan cita rasa khas dan aroma yang kuat. (Dok. Astra)

Jakarta (Lampost.co) — Memasuki awal 2026, ekonomi Indonesia menghadapi sinyal yang beragam. Kenaikan upah minimum provinsi terjadi serentak di banyak daerah. Namun, respons pekerja tidak sepenuhnya positif.

Sebagian buruh menilai persentase kenaikan upah belum cukup menopang kebutuhan hidup. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap daya beli kelas menengah.

Padahal, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah ekonom menilai kenaikan upah tetap memberi efek positif.

Tambahan pendapatan berpotensi mendorong belanja meski terbatas. Dari sisi makro, Badan Pusat Statistik merilis kabar menggembirakan.

Neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatat surplus US$2,66 miliar. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus selama 67 bulan berturut-turut.

Surplus perdagangan berlangsung konsisten sejak Mei 2020. BPS mencatat surplus nonmigas mencapai US$4,64 miliar.

Komoditas penyumbang utama berasal dari lemak nabati, besi baja, dan nikel. Sementara itu, sektor migas masih mencatat defisit US$1,98 miliar. Defisit tersebut berasal dari impor minyak mentah dan produk turunannya.

Deputi BPS, Pudji Ismartini, menyebut kinerja nonmigas tetap menjadi penopang utama. Ia menilai ekspor industri pengolahan masih menunjukkan daya tahan.

Dari faktor eksternal, tekanan global mulai mereda. Ketegangan perang dagang internasional cenderung menurun.

Amerika Serikat juga melonggarkan rencana tarif resiprokal. Indonesia termasuk negara yang diuntungkan dari kebijakan tersebut.

Konflik Amerika Serikat dan Venezuela diprediksi berdampak minimal. “Nilai perdagangan Indonesia dengan Venezuela hanya 0,02 persen dari total ekspor,” kata Pudji.

Produksi minyak Venezuela juga belum berpengaruh besar ke pasar global. Harga minyak dunia bisa tetap stabil dalam jangka pendek.

Dari dalam negeri, DPR mengesahkan RAPBN 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

Target inflasi di level 2,5 persen. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.153,58 triliun.

Penerimaan pajak bisa menyumbang Rp2.693,71 triliun. Pemerintah berharap belanja negara menjaga momentum pemulihan.

Tantangan Kelas Menengah

Namun, tantangan terbesar tetap berada pada kelas menengah. Tekanan harga pangan dan energi masih membatasi konsumsi. Ekonom menilai keberhasilan target 2026 bergantung pada daya beli. Tanpa penguatan konsumsi, pertumbuhan berisiko melambat.

Prospek ekonomi 2026 membutuhkan kebijakan yang lebih pro kelas menengah. “Stabilitas harga dan lapangan kerja berkualitas menjadi kunci utama,” ujarnya.

Tags: Daya beli masyarakatekonomi Indonesia 2026kelas menengah tertekanpertumbuhan ekonomi RIprospek ekonomi 2026RAPBN 2026
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menara Siger

Geliat Wisata Lampung, 72 Agenda Strategis Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

byDelima Napitupuluand1 others
02/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program Kalender Event Daerah atau Kaldera untuk tahun 2026. Sebanyak 72 agenda besar siap...

Harga emas batangan Antam hari ini, Senin. Dok MI

Harga Emas Antam 2 Februari 2026: Nilai Beli Naik, Jual Anjlok

byEffran
02/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat untuk perdagangan pada Senin, 2 Februari 2026....

Pengunjung mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO

Pemerintah Kunci Stabilitas Ekonomi, Reformasi Pasar Modal Dipercepat demi Jaga Kepercayaan Investor

byEffran
02/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempercepat reformasi pasar modal. Pesan itu disampaikan dalam konferensi...

Berita Terbaru

Denada
Hiburan

Denada Akui Ressa Rosano Anak Kandung: Permohonan Maaf yang Menyentuh Hati

byNana Hasan
02/02/2026

Jakarta (Lampost.co) - Penyanyi senior Denada Tambunan baru saja membuat pernyataan yang sangat mengejutkan publik. Melalui unggahan Instagram pribadinya, artis...

Read moreDetails
hotel

PHRI Lampung Prediksi Okupansi Hotel dan Kuliner Melonjak Tajam

02/02/2026
Krui Pro

Kaldera 2026 Pamerkan Kekayaan Budaya dan Ekraf Lampung

02/02/2026
Dominic Solanke dan Xavi Simons

Gol Kalajengking Solanke Buyarkan Kemenangan The Citizens

02/02/2026
Menara Siger

Geliat Wisata Lampung, 72 Agenda Strategis Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

02/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.