Bandar Lampung (Lampost.co): Memasuki musim hujan, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temanggung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangbiakan nyamuk, khususnya Aedes aegypti sebagai penyebab penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Muhtadi menekankan pentingnya perhatian masyarakat terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal. Musim hujan sering memunculkan genangan air yang tampak sepele, padahal genangan tersebut mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Masyarakat sering mengabaikan keberadaan barang-barang bekas yang menampung air hujan dan berada di sekitar rumah. Kebiasaan tersebut berisiko mengancam kesehatan keluarga saat musim hujan tiba.
“Banyak barang bekas berada di sekitar rumah. Saat musim kemarau kondisi itu tampak aman, tetapi pada musim hujan barang tersebut berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Muhtadi, Rabu, 7 Januari 2026.
Muhtadi menjelaskan bahwa nyamuk berkembang biak pada air kotor seperti saluran drainase, tetapi nyamuk juga berkembang biak pada air bersih yang tertampung di barang-barang bekas setelah hujan.
Selain barang bekas, Muhtadi meminta masyarakat memperhatikan tempat penampungan air di dalam rumah. Ia mendorong warga menutup rapat tempat penampungan air dan melakukan pengurasan secara rutin.
“Warga juga dapat menggunakan bubuk abate yang tersedia di puskesmas terdekat,” katanya.
Dinas Kesehatan Bandar Lampung mencatat 417 kasus DBD selama 2025. Januari 2025 mencatat jumlah tertinggi dengan 58 kasus, lalu angka kasus menurun hingga akhir tahun.
Februari mencatat 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, Mei 42 kasus, Juni 31 kasus, dan Juli 26 kasus. Kemudian, Agustus 28 kasus, September 20 kasus, Oktober 20 kasus, November 28 kasus, dan Desember mencatat jumlah terendah dengan 9 kasus.






