Bandar Lampung (Lampost.co) — Kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II menjadi peluang bagi penguatan sektor pariwisata Lampung.
Poin penting :
1. Bandara Raden Intan II kembali mendapat status inGubernur ternasional.
2. Jadinya bandara internasional meningkatkan gairah pariwisata.
3. Masyarakat menyambut baik akan kebijakan penerbangan internasional ini.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai akses penerbangan langsung ke luar negeri akan memperluas jangkauan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, keberadaan penerbangan internasional merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Akses transportasi yang baik menjadi penopang utama pengembangan pariwisata.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini dan akan mendukung penuh agar rute penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Mirza.
Baca juga : Astindo Lampung Dukung Penuh Bandara Radin Inten II Berstatus InternasionalAstindo Lampung Dukung Penuh Bandara Radin Inten II Berstatus Internasional
Menurutnya, kebutuhan penerbangan internasional dari Lampung cukup tinggi. Hal ini nampak dari jumlah jamaah umrah asal Lampung yang mencapai sekitar 23 ribu orang, serta jamaah haji yang jumlahnya lebih dari 7 ribu orang setiap tahun.
Selain kebutuhan perjalanan ibadah, Lampung juga memiliki potensi besar untuk sektor pariwisata.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung mencapai 23 juta orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Mirza menambahkan, Lampung juga menjadi salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri. Hal ini turut berkontribusi terhadap potensi trafik penerbangan internasional yang berkelanjutan.
“Lampung ingin terus maju dan tumbuh. Salah satu penopangnya adalah transportasi yang baik. Karena itu, kita ingin traffic penerbangan meningkat dan membuka lebih banyak rute internasional,” kata dia.
Mirza juga mengapresiasi kerja sama dengan Hainan Airlines yang akan melayani penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini menjalin kerja sama sister province dengan Provinsi Shandong, Tiongkok.
Kerja sama ini membuka peluang investasi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.
“Ke depan, kami melihat akan banyak investasi dari China yang masuk ke Lampung. Ini tentu menjadi nilai tambah, baik bagi Lampung maupun bagi mitra dari China,” ujar dia.








