Jakarta (Lampost.co): Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memulai pembinaan intensif Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah/2026 melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) terstruktur di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kemenhaj menerapkan metode semi militer dengan melibatkan unsur TNI dan Polri. Hal itu untuk membentuk petugas yang profesional, berintegritas, serta memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis. Hal itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan seusai menghadiri gladi pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu malam (10/1).
Dendi menyampaikan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama. Pilar pertama mencakup kesiapan fisik, mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang tinggi. Kemudian, pilar kedua menekankan ketangguhan mental sebagai pelayan jamaah. Selanjutnya, pilar ketiga berfokus pada penguasaan pengetahuan teknis sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing petugas.
Kemenhaj merancang pelatihan secara bertahap selama 20 hari. Pada pekan pertama, instruktur memfokuskan materi pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membentuk disiplin, kepatuhan terhadap instruksi, serta ketertiban kerja.
Menurut Dendi, metode PBB melatih peserta agar terbiasa menerima arahan dan melaksanakannya secara tepat dan cepat dalam situasi kerja lapangan.
Memasuki pekan kedua dan ketiga, pelatih mengarahkan materi pada pendalaman tugas pokok dan fungsi serta penguatan pemahaman teknis pelayanan di Daerah Kerja (Daker) Arab Saudi. Kemenhaj juga membangun koordinasi antarpeserta sejak di tanah air agar pola kerja di lapangan berjalan selaras dan terintegrasi.
Dendi menambahkan, pelatihan ini memungkinkan seluruh petugas saling mengenal dan memahami peran masing-masing sejak awal. Dengan demikian, pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dapat berjalan efektif, solid, dan profesional.








