Bandar Lampung (Lampost.co) – Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, langsung memaparkan filosofi kepemimpinannya bersama skuad Garuda. Fokus utamanya adalah menyatukan seluruh pemain tanpa melihat latar belakang paspor.
Herdman menilai kekuatan Timnas Indonesia lahir dari keberagaman pemain diaspora dan talenta lokal Liga Indonesia. Ia menolak pendekatan seleksi berdasarkan asal negara atau dokumen kewarganegaraan. Sebab, sepak bola modern menuntut persatuan, bukan perbedaan yang dipertajam.
John Herdman menyatakan dirinya tidak pernah menilai pemain dari paspor yang mereka miliki. Ia memilih melihat karakter, komitmen, dan kontribusi setiap pemain di lapangan.
Baginya, perbedaan latar belakang justru membuka peluang lahirnya kekuatan kolektif. Ia ingin seluruh pemain merasa memiliki tujuan yang sama bersama Timnas Indonesia. “Perbedaan bisa menjadi kekuatan besar jika semua pemain bergerak dalam satu visi,” ujarnya.
Herdman menegaskan Timnas Indonesia harus menjadi satu unit utuh. Ia ingin pemain diaspora dan lokal berdiri sejajar sebagai bagian keluarga Garuda.
Kombinasi Pemain Lokal dan Diaspora Jadi Fondasi Timnas
Skuad Timnas Indonesia saat ini berisi pemain diaspora dan pemain lokal dari kompetisi domestik. Dia menilai kombinasi tersebut sebagai modal penting menuju prestasi berkelanjutan.
Ia menyebut Liga Indonesia memiliki peran besar dalam membentuk karakter pemain nasional. “Pemain lokal tetap menjadi bagian penting dalam rencana jangka panjangnya,” kata dia.
Herdman menegaskan tidak ada sekat antara pemain luar negeri dan pemain liga domestik. Semua pemain memiliki peran yang sama dalam membangun identitas tim.
John Herdman Angkat Contoh Sukses Timnas Kanada
Untuk memperkuat pandangannya, mengangkat pengalaman bersama Timnas Kanada. Ia menyebut Kanada sebagai contoh keberhasilan tim multikultural di level internasional.
Timnas Kanada berisi pemain dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Skuad tersebut mencakup pemain berdarah Jamaika, Amerika Selatan, Eropa, Serbia, dan Inggris.
Menurutnya, keberagaman itu justru memperkaya identitas tim nasional Kanada. Ia menyatukan semua budaya menjadi satu kekuatan kolektif.
Pendekatan tersebut membawa Kanada tampil kompetitif dan dunia hormati. Dia ingin menerapkan filosofi serupa bersama Timnas Indonesia.
Target Legacy dan Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia
Herdman menekankan pentingnya membangun komitmen jangka panjang sehingga Timnas Indonesia tidak hanya mengejar hasil instan.
Ia berbicara tentang legacy atau warisan sepak bola yang berkelanjutan. Legacy tersebut menjadi fondasi bagi generasi berikutnya. “Sejarah besar lahir dari proses yang konsisten dan terarah,” ujarnya.
Ia juga ingin Timnas Indonesia dikenang sebagai tim yang menyatukan bangsa. Pendekatan itu bisa melahirkan identitas kuat sepak bola nasional. Identitas tersebut akan membawa Indonesia menjadi negara sepak bola yang banyak negara segani.
Menurutnya, optimistis visi persatuan juga mampu mengangkat level Timnas Indonesia. Ia percaya masa depan Garuda terletak pada kebersamaan dan komitmen kolektif.
(Fauzan)








