Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung memfokuskan perbaikan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico menjelaskan bahwa kebijakan tersebut muncul karena pelaksanaan TKA mewajibkan tiga mata pelajaran itu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung juga menargetkan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui penguatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sesuai bidangnya. MGMP berperan memetakan persoalan pembelajaran sekaligus merumuskan metode penyampaian materi yang paling efektif.
“Pada bulan depan kami memfokuskan penguatan pada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika,” ujar Thomas, Selasa, 13 Januari 2026.
Selain membahas persoalan pembelajaran, MGMP menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS). MGMP merancang soal dengan teks panjang agar siswa membiasakan diri melakukan penalaran mendalam.
Pihaknya juga menjadwalkan latihan soal secara rutin bagi siswa kelas X dan XI. Saat memasuki kelas XII, siswa memusatkan perhatian pada penjurusan.
“Kami menjadwalkan pemberian soal kepada siswa setiap dua hingga tiga bulan sekali untuk mengukur tingkat kognitif dan kemampuan analisis siswa,” tambahnya.








