Bandar Lampung (Lampost.co): Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi membuka tahapan Pemilihan Rektor periode 2026–2030. Itera memulai proses tersebut melalui tahapan penjaringan selama satu bulan pada 14 Januari hingga 14 Februari 2026.
Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Gedung Kuliah Umum 2. Ia menjelaskan bahwa Itera membutuhkan rektor yang memiliki kapasitas manajerial dan akademik yang kuat serta menjunjung nilai luhur Itera sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 Permendiktisaintek Nomor 35 Tahun 2025 tentang Statuta Institut Teknologi Sumatera. Ia juga menekankan pentingnya nilai perjuangan yang hidup dalam lirik Mars Itera.
Senat Itera mengangkat nilai-nilai tersebut sebagai tema Pemilihan Rektor kali ini dengan tajuk Rektor BIJAK, yang mencakup Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif. Sunarsih menyatakan nilai-nilai itu harus menjadi spirit kepemimpinan dalam membawa Itera terus melaju.
Sunarsih menjelaskan bahwa makna “berani” mencakup keberanian mengambil keputusan strategis serta menyusun mitigasi program secara menyeluruh sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan risiko.
Ia menegaskan bahwa seorang rektor harus menjunjung integritas dalam setiap tindakan dan kebijakan serta memberi keteladanan kepada seluruh sivitas akademika. Menurutnya, kejujuran juga memegang peran utama dalam kepemimpinan dan tata kelola institusi.
Sunarsih mengutip pepatah Inggris honesty is the best policy dan menilai kejujuran sebagai modal sosial utama dalam mengelola sumber daya manusia. Ia menilai sosok pemimpin bijak mampu membina SDM secara harmonis melalui pendekatan sosial dan kepatuhan terhadap aturan.
Amanah
Selain itu, Sunarsih menekankan pentingnya sikap amanah dalam memegang kepercayaan institusi dan negara. Ia menjelaskan bahwa negara menetapkan banyak program dan target kinerja yang menuntut pelaksanaan langsung di tingkat perguruan tinggi. Ia juga mengingatkan tanggung jawab Itera kepada masyarakat, khususnya orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada kampus tersebut.
Sunarsih menambahkan bahwa pimpinan Itera harus memiliki kreativitas tinggi, terutama dalam menjawab tantangan dan peluang masa depan. Ia menilai rektor perlu bersikap tanggap terhadap perkembangan teknologi serta mampu menyikapi dinamika zaman pada era VUCA yang sarat volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Sunarsih menegaskan bahwa spirit BIJAK harus menjadi jiwa kepemimpinan Itera pada masa mendatang.








