Jambi (Lampost.co) – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi bergerak cepat menyikapi viralnya video perseteruan antara seorang oknum guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan sejumlah siswa di SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur. Peristiwa tersebut menuai perhatian publik luas setelah beredar di berbagai platform media sosial.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, memastikan pihaknya akan melakukan pendalaman menyeluruh terhadap insiden tersebut. Ia menyebut tim dari Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi akan segera diterjunkan langsung ke sekolah.
Baca juga: Orang Tua Wajib Berikan Edukasi Seksual Sejak Dini
“Kami akan mendalami kejadian ini secara objektif. Tim GTK dan Bidang SMK akan turun langsung ke SMKN 3 Tanjab Timur untuk mengetahui duduk persoalannya,” ujar Umar di Jambi, melansir Antara, Rabu, 14 Januari 2025.
Umar menyayangkan terjadinya konflik fisik di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk proses belajar-mengajar, pembinaan karakter, serta dialog yang sehat antara guru dan siswa.
“Kami berharap seluruh warga sekolah dapat bersikap bijak dan menahan diri. Jangan sampai sekolah justru menjadi tempat terjadinya kekerasan,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Jambi, lanjut Umar, akan melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Hal itu agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hasil pembinaan tersebut juga akan dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kapolsek Berbak, IPTU Hans Simangunsong, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian telah mengambil langkah persuasif dengan memfasilitasi proses mediasi yang melibatkan berbagai unsur.
“Benar, hari ini kami lakukan mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, orang tua siswa, serta unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan. Harapannya ada solusi yang baik bagi semua pihak,” ujar Hans.
Camat Berbak, Nopi Ariansyah pun menyampaikan hal senada. Ia mengatakan pemerintah kecamatan bersama Polsek Berbak, Babinsa, dan komite sekolah langsung bergerak melakukan mediasi pada Selasa (14/1), dengan melibatkan orang tua siswa.
“Kami mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. Mediasi melibatkan semua pihak agar situasi kembali kondusif,” kata Nopi.
Menurut Nopi, dugaan konflik tersebut pemicunya adalah kesalahpahaman saat guru memberikan arahan kepada siswa. Namun, ia menegaskan penyebab pastinya masih menunggu hasil klarifikasi dari semua pihak terkait.
Video Beredar Luas
Sebelumnya, publik heboh dengan beredarnya video berdurasi 3 menit 28 detik yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa di lingkungan SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak. Dalam video tersebut, tampak adu argumen yang berujung ricuh. Dugaan terjadi aksi pengeroyokan terhadap guru oleh beberapa siswa.
Rekaman lain yang juga beredar memperlihatkan guru tersebut mengejar sejumlah siswa menggunakan senjata tajam jenis celurit setelah insiden pengeroyokan terjadi. Video ini semakin memicu reaksi keras warganet dan keprihatinan berbagai pihak terhadap keamanan di lingkungan sekolah.
Hingga kini, proses mediasi dan pendalaman kasus masih berlangsung. Aparat dan pemerintah daerah berharap persoalan ini dapat selesai secara adil. Mengedepankan kepentingan pendidikan, serta menjadi pembelajaran bersama agar iklim sekolah tetap aman dan kondusif.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








