Bandar Lampung (lampost.co)–Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung telah mencapai progres 35,8 persen. Meski demikian, ia menilai sejumlah tantangan masih perlu segera diatasi agar program tersebut berjalan optimal.
Salah satu kendala utama, menurut Gubernur Mirza, berkaitan dengan ketersediaan lahan yang luas dan berada di lokasi strategis. Pasalnya, banyak aset milik desa maupun pemerintah kabupaten/kota justru berada di wilayah pelosok sehingga sulit terjangkau oleh masyarakat.
Padahal, lanjut Mirza, keberadaan Koperasi Merah Putih menuntut lokasi yang mudah diakses. Dengan demikian, koperasi dapat benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pusat aktivitas ekonomi warga.
“Prinsipnya, Koperasi Merah Putih harus berada di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Oleh karena itu, aspek strategis menjadi syarat utama,” ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.
Selanjutnya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa pemanfaatan aset daerah untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih tidak menggunakan mekanisme tukar guling. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Lampung memilih skema sewa, hibah, atau pinjam pakai yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pembangunan Fisik
Sementara itu, untuk pembangunan fisik gerai, pemerintah pusat menyediakan dukungan pendanaan. Dukungan tersebut, kata Mirza, mampu mempercepat realisasi Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah Lampung.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dengan pendekatan bottom-up. Melalui konsep tersebut, perputaran ekonomi diharapkan tumbuh dari desa dan kembali ke desa.
Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat terasa secara langsung oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan koperasi juga mampu memperkuat struktur ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih kami arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Harapannya, ekonomi bisa tumbuh dan berputar di wilayah masing-masing,” pungkasnya.








