silviBandar Lampung (Lampost.co) — Rencana Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghadirkan layanan taksi listrik memiliki peluang positif bagi masyarakat, terutama kawasan perkotaan seperti Kota Bandar Lampung.
Poin penting :
1. Masyarakat sambut positif rencana taksi listrik.
2. Layanan transportasi umum di Bandar Lampung masih perlu pembenahan.
3. Bandar Lampung perlu menyentuh kota besar lain terkait transportasi umum.
Meski begitu, kebijakan tersebut perlu pemahaman secara cermat agar tidak memicu persoalan baru dalam layanan transportasi.
Pakar Transportasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Muhammad Abi Berkah Nadi, menyebut rencana tersebut berpotensi menjadi pembaruan dalam sistem transportasi Lampung. Ia menilai inovasi itu dapat menarik minat masyarakat.
“Dari pandangan saya terkait dengan adanya taksi listrik ini mungkin mendapat antusias yang sangat baik, baik dari warga Kota Bandar Lampung dan juga beberapa nanti daerah lain,” ujar Abi, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menilai kondisi transportasi Lampung saat ini masih berbeda jika dengan sejumlah kota besar lain.
Baca juga : Green SM Siap Masuk Lampung, Target Launching Ramadan dengan 400 Taksi Listrik
Menurutnya, layanan transportasi daerah ini masih banyak bergantung pada angkutan berbasis daring.
“Mungkin bila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya Pulau Jawa, bahkan yang ada pada Medan maupun Palembang, untuk transportasi Lampung memang kita saat ini masih dengan menggunakan angkutan online,” katanya.
Selain memberikan alternatif layanan, penggunaan kendaraan listrik juga berpeluang membawa dampak positif bagi lingkungan. Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi polusi udara dari emisi kendaraan bermotor, khususnya wilayah perkotaan.
Namun, Abi menekankan kebutuhan utama mobilitas masyarakat perkotaan tetap berada pada ketersediaan angkutan umum massal. Ia menilai moda seperti bus dan angkutan kota masih memiliki peran penting.
Menurutnya, angkutan publik mampu menekan pertumbuhan kendaraan pribadi karena dapat mengangkut penumpang dalam jumlah lebih banyak. Karena itu, pengembangan layanan baru perlu tetap memperhatikan keberadaan transportasi massal.
Ia berharap, rencana kehadiran taksi listrik Lampung dapat mendorong kembali peran transportasi publik seperti bus dan angkot. Dengan perencanaan yang matang, layanan tersebut dapat berjalan seiring dengan sistem transportasi yang ada.








