Bandar Lampung (Lampost.co) — Kabar besar datang dari industri teknologi global. Asus memastikan tidak akan meluncurkan smartphone baru mulai 2026. Hal ini menandai perubahan arah bisnis setelah lebih dari satu dekade meramaikan pasar ponsel melalui seri Zenfone dan ROG Phone.
Keputusan ini menguatkan spekulasi yang sebelumnya beredar di kalangan distributor dan mitra industri, sekaligus menandai langkah strategis Asus dalam menghadapi dinamika pasar teknologi yang semakin kompetitif.
Strategi Baru Asus: Tinggalkan Peluncuran HP, Bukan Pengguna
Asus menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti menutup divisi smartphone sepenuhnya. Perusahaan tetap berkomitmen memberikan dukungan bagi perangkat yang sudah beredar, termasuk layanan purna jual, garansi, serta pembaruan perangkat lunak.
Langkah yang diambil Asus lebih tepat disebut sebagai penghentian pengembangan dan peluncuran model baru, bukan penarikan total dari ekosistem smartphone.
Zenfone dan ROG Phone Tidak Punya Penerus dalam Waktu Dekat
Informasi internal yang beredar di industri menyebutkan bahwa tidak ada rencana peluncuran smartphone Asus sepanjang 2026. Hal ini termasuk untuk dua lini utama yang selama ini menjadi andalan perusahaan, yakni Zenfone dan ROG Phone.
Bagi konsumen, ini berarti tidak akan ada generasi lanjutan dari seri flagship Asus dalam waktu dekat, baik untuk segmen pengguna umum maupun pasar ponsel gaming.
Fokus Bisnis Dialihkan ke AI dan Komputasi Canggih
Asus memilih mengalihkan sumber daya riset dan pengembangan ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih besar. Fokus baru perusahaan mencakup:
Kecerdasan buatan (AI)
Server dan komputasi berbasis AI
Perangkat keras inovatif di luar smartphone
Dalam beberapa tahun terakhir, Asus memang menunjukkan ekspansi signifikan di segmen server, pusat data, dan perangkat AI, seiring meningkatnya permintaan global terhadap teknologi komputasi cerdas.
Tekanan Pasar Smartphone Jadi Faktor Penentu
Keputusan Asus tidak bisa dilepaskan dari kondisi industri smartphone saat ini. Persaingan yang semakin ketat, dominasi merek besar, serta biaya riset dan produksi yang terus meningkat membuat banyak produsen harus mengevaluasi ulang strategi bisnis mereka.
Bagi merek seperti Asus, mempertahankan diferensiasi di segmen menengah hingga premium menjadi tantangan tersendiri. Terutama ketika siklus inovasi semakin cepat dan margin keuntungan makin menipis.
Nasib Pengguna Asus Saat Ini Tetap Aman
Asus memastikan bahwa pengguna perangkat yang sudah dirilis, termasuk model-model terbaru seperti Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9 Series, tetap mendapatkan dukungan resmi.
Pembaruan sistem, layanan servis, dan garansi akan tetap berjalan sesuai kebijakan yang berlaku. Dengan demikian, keputusan ini tidak berdampak langsung terhadap pengalaman pengguna dalam jangka pendek.
Dari Zenfone hingga ROG Phone: Jejak Asus di Dunia HP
Asus memulai kiprahnya di pasar smartphone pada 2014 melalui seri Zenfone yang dikenal menawarkan spesifikasi menarik dengan harga kompetitif. Beberapa tahun kemudian, Asus memperluas portofolio dengan meluncurkan ROG Phone. Produk ini adalah ponsel gaming yang sempat menjadi tolok ukur performa di kelasnya.
Namun, dalam beberapa generasi terakhir, frekuensi peluncuran produk mulai berkurang, dan daya tarik inovasi Asus dinilai tidak lagi sekuat para pesaingnya.
Apa Dampaknya bagi Industri?
Langkah Asus mencerminkan realitas baru industri smartphone global. Tidak semua produsen mampu bertahan di tengah tekanan pasar yang tinggi. Sebaliknya, peluang di sektor AI dan komputasi canggih justru semakin terbuka.
Bagi Asus, menghentikan rilis HP baru bisa menjadi fondasi untuk memperkuat posisi di bidang teknologi masa depan yang lebih menjanjikan secara bisnis.






