• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 20/01/2026 21:18
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Perpres Perdagangan Karbon Buka Peluang Pendanaan Baru bagi Taman Nasional

Wandi BarboyAntaranewsbyWandi BarboyandAntaranews
20/01/26 - 19:53
in Humaniora
A A
Perpres Perdagangan Karbon Buka Peluang Pendanaan Baru bagi Taman Nasional

Ilustrasi: Antara

Bandar Lampung (Lampost.co): Kebijakan perdagangan karbon melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 membuka peluang baru bagi taman nasional untuk memperoleh sumber pendanaan alternatif. Guru Besar Unila Prof Dr Ir Sugeng Harianto, M.S menilai kebijakan itu cukup baik. Pasalnya, hal itu menempatkan kawasan konservasi sebagai bagian penting dari strategi pengendalian emisi nasional.

 

Arah kebijakan tersebut selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang menargetkan 2,5 juta hektare kawasan hutan konservasi siap mengimplementasikan nilai ekonomi karbon pada 2029. Target ini dipertegas dalam Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025–2029.

 

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menetapkan sekuestrasi karbon sebagai salah satu jasa ekosistem utama hutan. Nilai ekonomi rata-rata tertimbangnya mencapai sekitar USD 1.204 per hektare per tahun.

 

Prof Sugeng menilai kebijakan itu memberi dasar kuat bagi pengelola taman nasional. Sebab hal tersebut untuk mengembangkan jasa lingkungan karbon secara legal dan terukur. Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan karbon harus tetap menempatkan fungsi konservasi sebagai tujuan utama, bukan kepentingan ekonomi semata.

Tags: ekonomi karbonekonomi karbon adalahjasa lingkungan karbonjasa lingkungan penyerapan karbonkawasan konservasi di lampungkawasan konservasi di sumateranilai ekonomi karbonpemanfaatan jasa lingkungan karbonperpres perdagangan karbonprinsip konservasiregulasi emisi karbonregulasi karbon di Indonesiaregulasi perdagangan karbonsistem zonasi
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Skema Karbon Dinilai Kurangi Konflik dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar

Skema Karbon Dinilai Kurangi Konflik dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar

byWandi Barboyand1 others
20/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemanfaatan jasa lingkungan karbon berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Prof Dr Ir Sugeng...

Penyesuaian Zonasi Jadi Kunci Implementasi Karbon di Taman Nasional

Penyesuaian Zonasi Jadi Kunci Implementasi Karbon di Taman Nasional

byWandi Barboyand1 others
20/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Implementasi perdagangan karbon di kawasan konservasi menuntut kejelasan regulasi teknis dan penyesuaian zonasi. Prof Dr Ir Sugeng...

Optimalkan Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi

Optimalkan Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi

byWandi Barboyand1 others
20/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Guru Besar Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir Sugeng Harianto, M.S menilai Indonesia masih terlambat memanfaatkan instrumen...

Berita Terbaru

Para pemain Augsburg rayakan gol
Bola

Klasemen Liga Jerman, Muenchen Buat Jarak 11 Poin dengan Dortmund

byIsnovan Djamaludinand1 others
20/01/2026

Jakarta (Lampost.co)—Bayern Muenchen menjaga jarak 11 poin dengan Borussia Dortmund untuk mengamankan posisi puncak klasemen sementara Liga Jerman atau Bundesliga...

Read moreDetails
Skema Karbon Dinilai Kurangi Konflik dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar

Skema Karbon Dinilai Kurangi Konflik dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar

20/01/2026

BPS Catat Nilai Tukar Petani Lampung Naik Jadi 130,15

20/01/2026

Cadangan Beras Bulog Lampung Capai 168 Ribu Ton

20/01/2026
Penyesuaian Zonasi Jadi Kunci Implementasi Karbon di Taman Nasional

Penyesuaian Zonasi Jadi Kunci Implementasi Karbon di Taman Nasional

20/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.