Jakarta (Lampost.co) – Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise membeberkan peluang besar iklan digital selama Ramadan 2026. Temuan itu tertuang dalam whitepaper DigiAds Ramadan Insight 2026 yang berbasis analisis data pelanggan. Laporan tersebut membantu brand merancang kampanye yang lebih relevan, terukur, dan berdampak nyata.
Berdasarkan evaluasi Ramadan 2025, tercatat lonjakan engagement hingga 112 persen. Peningkatan itu melampaui hari normal dan terdorong perubahan perilaku digital masyarakat.
Aktivitas media sosial naik 3 persen secara tahunan. Belanja online dan layanan keuangan masing-masing tumbuh 8 persen secara tahunan.
Strategi Digital Jadi Kunci Kampanye Ramadan
Telkomsel menilai pendekatan digital-first semakin krusial menjelang Ramadan 2026. Konsumen kini menghabiskan lebih banyak waktu di kanal digital sepanjang hari. Brand perlu mengatur pesan yang tepat sesuai konteks waktu dan kebutuhan audiens.
VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menegaskan pentingnya relevansi pesan.
Ia menyebut jangkauan luas tidak lagi cukup tanpa makna yang tepat bagi audiens.
Telkomsel memanfaatkan data survei dan basis pelanggan terbesar di Indonesia. Pendekatan itu membantu brand membaca perilaku konsumen secara lebih presisi.
Jam Sahur Peak Hour Paling Efektif
Whitepaper itu menyoroti kesalahan umum brand dalam memilih waktu beriklan. Telkomsel menemukan micro-moments yang memicu lonjakan trafik digital signifikan.
3 Micro-Moments Paling Menentukan
Pada waktu sahur pukul 03.00–05.00, aktivitas digital melonjak lebih dari 87 persen.
Pada periode itu, trafik televisi juga meningkat lebih dari 88 persen.
Waktu zuhur pukul 11.00–14.00 mendorong lonjakan browsing dan media sosial.
Periode buka puasa pukul 16.00–19.00 mencatat engagement tertinggi untuk belanja dan hiburan.
Brand yang menyesuaikan pesan dengan momen itu berpeluang meningkatkan efektivitas iklan. Konteks waktu terbukti memengaruhi daya serap pesan konsumen selama Ramadan.
Profil Audiens Paling Responsif
Analisis berasal dari 8,7 juta klik kampanye Ramadan 2025. Mayoritas audiens beragama Islam dengan tingkat konversi tertinggi.
Kelompok Milenial mendominasi hingga 39 persen. Gen X menyusul 29 persen dan Gen Z mencapai 23 persen.
Sebaran audiens terfokus di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Penggunaan terdiri dari 58 persen aktif di media sosial, 17 persen rutin belanja online, dan 14 persen aktif menggunakan layanan keuangan digital.
Pola Belanja Ramadan Dorong Strategi Omni-channel
Lebih dari 54 persen konsumen meningkatkan pengeluaran selama Ramadan. Rata-rata belanja berkisar Rp3,5 juta hingga Rp7 juta. Kategori utama mencakup bahan masak dan makanan siap saji.
Kemudian, 64 persen konsumen memilih belanja online dan 36 persen tetap mengandalkan kanal offline. Data itu menegaskan pentingnya strategi omni-channel yang konsisten.
Solusi DigiAds dan Kolaborasi Global
Telkomsel Enterprise menawarkan DigiAds sebagai solusi iklan digital terintegrasi. Platform itu menyediakan segmentasi audiens yang akurat dan terukur.
Brand dapat memanfaatkan berbagai kanal seperti programmatic ads dan display ads. Opsi lain mencakup rewards, IPTV, messaging, dan WhatsApp Business API. Telkomsel juga menghadirkan Posko Mudik untuk menjangkau audiens secara offline.
Lalu memperluas jangkauan melalui kemitraan baru dengan Meta. Kolaborasi itu memungkinkan targeting lintas platform media sosial global.
Performa Kampanye Buktikan Efektivitas
Kampanye e-commerce Ramadan 2025 mencatat CTR di atas 2,50 persen. Kampanye layanan keuangan meraih CTR hingga 1,33 persen dan 98 persen brand berhasil memenuhi target KPI.
Awareness meningkat hingga 86 persen, sedangkan consideration dan conversion tumbuh 82 persen dan advocacy naik 76 persen sepanjang Ramadan.
Dia menegaskan komitmen perlindungan data pelanggan. Seluruh data terolah secara agregat dan anonim. Perusahaan menerapkan prinsip privacy-by-design sesuai regulasi nasional.








