Inggris (Lampost.co)–– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah satu matanya akibat infeksi virus herpes simpleks. Sang ibu, Michelle Saaiman, mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bahwa tindakan sederhana seperti ciuman bisa membawa dampak medis yang begitu serius.
Kondisi tersebut bermula ketika putranya, Juwon, mengalami gejala yang tampak seperti infeksi mata ringan. Michelle kemudian membawanya ke dokter dan mendapatkan resep antibiotik. Namun, alih-alih membaik, kondisi mata Juwon justru menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan dalam waktu singkat.
“Dua hari kemudian, kami sadar ada sesuatu yang benar-benar tidak normal. Seolah ada sesuatu yang tumbuh di dalam bola matanya,” tutur Michelle, dikutip dari Unilad.
Kekhawatiran orang tua semakin besar ketika mereka menyadari Juwon tidak bereaksi terhadap rangsangan di matanya. Bocah tersebut bahkan memasukkan jarinya ke dalam mata dan menggaruk bola mata tanpa menunjukkan refleks berkedip atau rasa nyeri.
Pemeriksaan Lanjutan
Pemeriksaan lanjutan oleh tim medis menemukan adanya luka berdiameter sekitar 4 milimeter pada mata Juwon. Hasil tes kemudian mengungkap bahwa ia mengalami infeksi virus herpes simpleks yang menyerang kornea mata, kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai herpes okular.
Yang mengejutkan, kedua orang tua Juwon dinyatakan negatif virus herpes. Berdasarkan temuan tersebut, dokter menduga penularan terjadi dari pihak lain, kemungkinan seseorang yang memiliki herpes di bibir (cold sore) tanpa gejala jelas dan mencium Juwon.
Michelle menjelaskan bahwa upaya pengobatan memerlukan waktu berminggu-minggu untuk mengendalikan infeksi. Sayangnya, saat virus berhasil ditekan, kerusakan pada mata sudah terlanjur parah dan bersifat permanen.
“Herpes telah merusak kornea secara signifikan. Dia kehilangan sensasi di matanya dan tidak bisa melihat apa pun. Secara medis, dia dinyatakan buta di mata tersebut,” ujar Michelle.
Dokter juga menjelaskan bahwa kerusakan saraf menyebabkan otak Juwon tidak lagi mengenali mata yang terinfeksi, sehingga sinyal saraf terputus. Akibatnya, lapisan pelindung alami mata mengering dan fungsi mata semakin menurun.
Saat ini, keluarga Juwon masih menyimpan harapan melalui rencana operasi kompleks berupa pemindahan saraf dari kaki ke area mata.
Transplantasi Kornea
Jika prosedur tersebut berhasil memulihkan koneksi saraf antara mata dan otak, Juwon berpeluang menjalani transplantasi kornea yang dapat mengembalikan sebagian penglihatannya.
Melalui kisah ini, Michelle mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap risiko penularan virus. Terutama pada bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.
“Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi. Sekarang saya selalu mengingatkan orang tua lain untuk tidak membiarkan siapa pun mencium anak mereka, betapapun sepele kelihatannya,” katanya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa virus herpes simpleks, meski umum dan sering dianggap ringan, dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak kecil jika menyerang area sensitif seperti mata.Diduga Tertular Lewat Ciuman, Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes








