Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga akhir 2025, sebanyak 862 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi, melampaui target awal yang ditetapkan.
Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa realisasi tersebut mencapai 108 persen dari target awal sebanyak 798 unit dapur. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas penetrasi program hingga ke tingkat akar rumput.
“Capaian per 31 Desember 2025 mencapai 862 dapur. Ini bukti komitmen kami bahwa program MBG di Lampung berjalan melampaui target yang ditetapkan,” ujar Saipul di Bandar Lampung, Kamis, 22 Januari 2026.
Saipul menjelaskan, fokus pembangunan dapur pada tahun 2025 diarahkan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini diambil untuk menjamin keadilan akses bagi anak-anak di wilayah pelosok dan pulau-pulau kecil.
“Telah terbentuk 93 dapur SPPG khusus di daerah 3T. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di ujung pulau yang terlewatkan dari manfaat program gizi ini,” tegasnya.
Peningkatan Kualitas Layanan
Memasuki tahun 2026, Satgas MBG Lampung akan bergeser dari sekadar peningkatan kuantitas menuju penguatan kualitas pelayanan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan supervisi ketat terhadap standar gizi dan distribusi.
Menurut Saipul, keberhasilan program ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak sekolah secara simultan. Kami memaksimalkan koordinasi lintas sektor agar dampak nyata dari program ini bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.








