Bogor (Lampost.co) — Ancaman penularan virus influenza subtipe H3N2 varian subklade K menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat. Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Desdiani, Sp.P, mengungkapkan bahwa varian ini memiliki daya tular yang sangat agresif, dengan dominasi mencapai 90 persen dari total kasus flu musiman belakangan ini.
Meski persebarannya memicu alarm kewaspadaan, Dr. Desdiani menjelaskan bahwa H3N2 bukanlah virus asing karena telah terdeteksi sejak 1968. Kemunculannya yang kembali menguat disebabkan oleh kemampuan virus tersebut dalam melakukan evolusi biologis demi mempertahankan eksistensinya di tengah populasi manusia.
“Secara alamiah, virus influenza terus bermutasi untuk menembus sistem kekebalan tubuh kita. Adaptasi virus inilah yang mengharuskan pembaruan formula vaksin secara berkala agar proteksi tetap optimal,” papar Desdiani, baru-baru ini.
Data klinis terbaru mengidentifikasi bahwa kelompok usia muda dan lansia merupakan pihak yang paling sering terpapar. Tingginya interaksi sosial di lingkungan pendidikan menjadikan pelajar sebagai agen penyebaran yang cepat, sedangkan kelompok usia lanjut menghadapi ancaman komplikasi serius jika memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid).
Sebagai upaya pencegahan, Dr. Desdiani menegaskan bahwa imunisasi tahunan tetap menjadi tameng medis paling efektif. Secara statistik, pemberian vaksin mampu mereduksi risiko perawatan intensif di rumah sakit hingga 75 persen bagi anak-anak dan sekitar 40 persen bagi orang dewasa.
Kedisiplinan PHBS
Selain mengandalkan intervensi medis melalui vaksin, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disebut sebagai standar yang tidak bisa ditawar. Dr. Desdiani meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan dasar meski gejalanya terlihat seperti flu biasa.
“Disiplin menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat kondisi tubuh tidak prima, serta mematuhi etika batuk adalah langkah krusial. Selain itu, beristirahatlah di rumah jika sakit agar rantai penularan ke orang lain dapat diputus,” tegasnya. (MI)








