Bandar Lampung (Lampost.co) – Dunia kerja masih menjadi medan berat bagi para lulusan baru. Banyak fresh graduate kesulitan menembus pasar kerja yang semakin selektif.
Lowongan kerja terbatas membuat persaingan makin ketat. Perusahaan kerap menetapkan syarat pengalaman meski menyasar lulusan baru.
Situasi itu memperpanjang masa tunggu kerja. Sebagian lulusan akhirnya menerima pekerjaan yang tidak sesuai latar pendidikan.
Masalah lain juga muncul dari sisi upah. Banyak perusahaan menawarkan gaji di bawah UMR dengan beban kerja tinggi.
Fresh Graduate Diminta Berpengalaman
Nur Ayu, seorang lulusan baru, menilai dunia kerja belum ramah bagi fresh graduate. Ia melihat ketidakseimbangan antara tuntutan dan kompensasi. “Jelas kacau. Nyari lulusan S1, tapi gajinya kecil, job desk banyak,” ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.
Ia juga menyoroti syarat pengalaman yang kerap muncul. “Nyari fresh graduate tapi harus berpengalaman. Gimana mau punya pengalaman kalau gak ada kesempatan,” katanya.
Dia mengaku baru mendapat pekerjaan setelah menganggur lima bulan. Pekerjaan tersebut sesuai latar pendidikannya meski upah masih di bawah UMR. “Kendalanya bukan di saya, tapi perusahaan mintanya pengalaman,” ujarnya.
Sulit Cari Kerja di Daerah, Nepotisme Masih Terasa
Pengalaman serupa juga dirasakan Olivia, lulusan baru lainnya. Ia menyebut mencari kerja di Lampung tidak mudah. Persaingan ketat menjadi tantangan utama. Selain itu, praktik orang dalam yang masih terjadi. “Nyari kerjanya susah. Gajinya kecil, tapi speknya mau kayak dewa,” ujarnya.
Olivia akhirnya mendapatkan pekerjaan setelah beberapa bulan mencari. Namun, pekerjaannya tidak sesuai latar pendidikan.
Upah yang diterima juga masih di bawah standar UMR. Ia tetap menerima pekerjaan tersebut demi bertahan.
Fresh Graduate Terpaksa Mengalah Demi Pengalaman
Kondisi pasar kerja memaksa banyak lulusan baru berkompromi. Mereka menerima gaji rendah demi mendapatkan pengalaman kerja.
Pilihan itu sering diambil karena keterbatasan peluang dan fresh graduate berada di posisi tawar yang lemah.
Situasi tersebut berisiko menciptakan ketimpangan jangka panjang. Upah rendah berpotensi menjadi standar baru yang merugikan pekerja muda.
Harapan Lulusan Baru untuk Dunia Kerja yang Lebih Adil
Para fresh graduate berharap perubahan nyata dari dunia usaha. Mereka ingin sistem rekrutmen yang adil dan transparan.
Upah idealnya sebanding dengan tanggung jawab dan beban kerja, serta jobdesk yang jelas menjadi tuntutan utama. Mereka juga meminta kesempatan bagi lulusan baru tanpa pengalaman. Setiap pekerja butuh ruang belajar dan berkembang.
(Restu Amalia)








