Jakarta (Lampost.co) – Pihak kepolisian memberikan pernyataan terbaru mengenai kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen Jakarta Selatan. AKBP Iskandarsyah selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi keberadaan musisi Reza Arap Oktovian di lokasi kejadian.
Poin Penting
- Polisi mengonfirmasi kehadiran Reza Arap di TKP saat Lula Lahfah meninggal dunia.
- Reza Arap bersikap kooperatif selama menjalani rangkaian proses pemeriksaan oleh penyidik.
- Penyidik telah menginterogasi enam saksi termasuk asisten pribadi dan sopir korban.
- Polisi sedang mendalami riwayat kesehatan Lula Lahfah melalui koordinasi dengan pihak rumah sakit.
- Kejadian berlangsung di sebuah unit apartemen Jakarta Selatan pada Jumat malam.
Berdasarkan keterangan awal, Reza sedang berada di tempat tersebut saat peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat lalu. Meskipun demikian, polisi terus melakukan proses klarifikasi secara mendalam untuk mengungkap kronologi secara utuh dan transparan.
Baca juga : Kasus Kematian Lula Lahfah: Polisi Periksa 6 Saksi dan Temukan Bukti Medis
Sikap Kooperatif Reza Arap dalam Pemeriksaan
Petugas menjelaskan bahwa Reza Arap menunjukkan sikap sangat kooperatif selama menjalani pemeriksaan di kantor polisi. “Sampai saat ini, dugaan untuk pacarnya, ada dari keterangan bahwa dia (Reza Arap) di TKP,” ujar AKBP Iskandarsyah.
Selain memeriksa Reza, polisi berencana memanggil beberapa rekan mendiang untuk memperjelas alur kejadian yang sebenarnya. Polisi juga meminta publik menghargai privasi keluarga korban yang kini tengah berduka sedalam-dalamnya.
“Saya juga mencoba kita menghormati dari saudari LL (Lula Lahfah). Di sini, beliau juga, masih duka di sini,” tambah Iskandarsyah.
Enam Saksi Telah Memberikan Keterangan
Tim penyidik sejauh ini sudah memeriksa enam orang saksi yang berada di lokasi kejadian secara intensif. Mereka ingin menyelaraskan kesaksian para saksi dengan barang bukti yang ditemukan oleh tim laboratorium forensik.
Selanjutnya, polisi menelusuri riwayat medis korban melalui pihak rumah sakit guna mencari penyebab pasti kematian tersebut. “Selain itu, dengan rumah sakit, karena berdasarkan informasi salah satu saksi, saudari LL ini mengalami gangguan kesehatan,” tutur Iskandarsyah.
Hingga kini, sopir pribadi dan asisten korban telah memberikan keterangan penting sebagai saksi kunci utama. Pihak berwajib terus berupaya menghindari misinformasi agar tidak muncul asumsi liar di tengah masyarakat luas.








