Bandar Lampung (Lampost.co) — Pencapaian luar biasa baru saja dicatatkan oleh Highguard, judul game PvP raid shooter terbaru yang dikembangkan oleh Wildlight Entertainment. Hanya dalam kurun waktu satu jam setelah perilisannya secara global pada 26 Januari 2026, platform Steam mencatat lebih dari 97.249 pemain aktif yang masuk secara bersamaan (concurrent players).
Lonjakan trafik ini menempatkan Highguard di jajaran puncak daftar game paling banyak dimainkan di Steam pada hari peluncurannya. Keberhasilan ini tidak lepas dari profil pengembangnya, Wildlight Entertainment, yang didirikan oleh mantan tokoh kunci di balik kesuksesan Apex Legends dan Titanfall. Ekspektasi tinggi dari komunitas gamer shooter terhadap karya terbaru dari para veteran industri ini menjadi motor utama di balik angka pemain yang masif tersebut.
Fenomena Antara Popularitas dan Kontroversi
Meskipun berhasil menjaring hampir 100 ribu pemain dalam waktu singkat, peluncuran Highguard tidak berjalan mulus sepenuhnya. Data dari Steam menunjukkan bahwa di balik tingginya angka pemain simultan, game ini mendapatkan predikat ulasan “Mostly Negative”. Dari belasan ribu ulasan yang masuk di hari pertama, hanya sekitar 20 hingga 25 persen pemain yang memberikan respons positif.
Keluhan utama para pemain berfokus pada masalah optimasi teknis. Banyak pengguna melaporkan penurunan frame rate yang drastis (stuttering) bahkan pada perangkat keras kelas atas tahun 2026, seperti kartu grafis seri RTX 50-series. Selain itu, masalah server yang tidak stabil menyebabkan banyak pemain terputus dari pertandingan (disconnect) secara tiba-tiba.
Mekanisme Gameplay PvP Raid Shooter
Highguard menawarkan konsep yang cukup unik dengan genre yang mereka sebut sebagai PvP Raid Shooter. Pemain berperan sebagai Warden, sebutan untuk karakter gunslinger dengan kemampuan sihir arkana. Dalam format pertandingan 3v3, pemain harus memperkuat benteng mereka sendiri sebelum menjelajahi peta luas menggunakan tunggangan (mounts) untuk memperebutkan objek “Shieldbreaker”.
Kritik tajam justru datang dari desain peta yang dianggap terlalu luas untuk jumlah pemain 3v3, sehingga menciptakan tempo permainan yang terasa lambat di awal. Beberapa pemain menyebutnya sebagai “simulasi menunggang kuda” karena jarangnya intensitas pertempuran di beberapa fase awal pertandingan.
Masa Depan Highguard di Tahun 2026
Pihak Wildlight Entertainment merespons cepat situasi ini dengan merilis rencana pembaruan (roadmap) untuk sepanjang tahun 2026. Mereka menjanjikan perbaikan performa besar-besaran dan penyesuaian keseimbangan pada Episode 2 yang dijadwalkan meluncur pada Februari mendatang.
Selain tersedia di PC melalui Steam, Highguard juga dirilis secara gratis (free-to-play) di konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S dengan fitur cross-play penuh. Para analis memprediksi jumlah total pemain lintas platform bisa mencapai angka jutaan jika masalah teknis pada versi PC segera teratasi. Keberhasilan Highguard untuk bertahan di pasar game live-service tahun 2026 akan sangat bergantung pada seberapa cepat pengembang merespons masukan dari komunitas pemain di pekan-pekan awal ini.








