Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqulloh menegaskan bahwa secara umum kondisi jalan di Provinsi Lampung sudah cukup baik, namun masyarakat perlu memahami pembagian kewenangan status jalan agar tidak salah alamat dalam menyampaikan aspirasi.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Podcast Lampung Post Update yang dilaksanakan di Studio Lampung Post, Selasa, 27 Januari 2026.
Taufiqulloh menjelaskan, kemudahan teknologi informasi membuat masyarakat cepat memviralkan kondisi jalan rusak. Namun, ia mencatat bahwa sebagian besar keluhan yang beredar sebenarnya terjadi pada jalan desa atau kecamatan, yang bukan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Baca juga : Percepatan Perbaikan Jalan Upaya Mudahkan Akses Masyarakat
“Secara umum kondisi jalan itu kita bagi. Ada jalan Nasional, jalan Provinsi, dan jalan Kabupaten. Ini penting untuk dipahami,” ujar Taufiqulloh dalam paparannya.
Capaian Jalan Provinsi Nyaris 80 Persen
Khusus untuk jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Lampung (Jalan Provinsi), Taufiqulloh memaparkan data positif.
Jalan provinsi yang menghubungkan antar-kabupaten ini memiliki total panjang sekitar 1.700 km, tepatnya 1.693 km.
Menurutnya, tren kemantapan jalan provinsi terus menunjukkan grafik kenaikan. Jika pada Desember 2024 angka kemantapan berada di 78 persen, angka tersebut meningkat pada akhir tahun 2025.
“Di akhir 2025 kemarin, kita ada peningkatan 1,7 persen, sehingga kemantapan kita di angka 79,79 persen. Hampir 80 persen kurang sedikit,” ungkapnya.
Ia mengakui masih ada sekitar 20 persen jalan provinsi dalam kondisi rusak ringan, rusak berat, atau beberapa ruas yang belum tersambung, yang terus menjadi fokus perbaikan dinasnya.
Kondisi Jalan Nasional dan Beban Jalan Kabupaten
Selain jalan provinsi, Taufiqulloh juga merinci kondisi jalan nasional di Lampung yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Dengan panjang 1.300 km yang membentang dari Lintas Barat, Tengah, hingga Timur, kondisi jalan nasional dinilai sangat prima.
“Kondisi kemantapannya 94 persen baik. Artinya cuma 6 persen yang rusak. Meskipun di daerah seperti Lampung Utara banyak yang ngalur (bergelombang), tapi pada prinsipnya tidak berlubang,” jelasnya.
Di sisi lain, tantangan terbesar justru ada pada jalan kabupaten/kota. Taufiqulloh menyebutkan bahwa jalan kabupaten memegang porsi terbesar dengan total panjang mencapai 17.000 km yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
“Jika dibagi rata-rata, setiap kabupaten mengampu beban sekitar 1.000-an kilometer jalan,” tambahnya.
Melalui penjelasan ini, Dinas BMBK berharap masyarakat dapat lebih objektif melihat perkembangan infrastruktur di Lampung. “Jadi memahami bahwa perbaikan jalan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintah,” katanya.








