Bandar Lampung (Lampost.co) — Meta secara resmi mengumumkan peluncuran fitur keamanan terbaru untuk aplikasi pesan instan WhatsApp yang dinamai Strict Account Settings pada akhir Januari 2026. Fitur ini dirancang sebagai lapisan pertahanan tingkat tinggi atau lockdown mode. Oleh karena itu, fitur ini melindungi pengguna dari ancaman serangan siber yang semakin canggih dan terukur.
Senior SEO Content Strategist Lampost.co melaporkan bahwa fitur ini hadir sebagai respons atas meningkatnya risiko spionase digital dan serangan malware yang menargetkan tokoh publik, aktivis, hingga jurnalis di seluruh dunia sepanjang awal tahun 2026.
Apa Itu Fitur Strict Account Settings?
Strict Account Settings adalah rangkaian pengaturan otomatis yang mengunci akun WhatsApp ke mode paling restriktif. Ketika diaktifkan, fitur ini akan menjalankan protokol keamanan ketat secara otomatis. Salah satunya adalah fitur ini akan menerapkan beberapa langkah penting.
- Pemblokiran Lampiran Otomatis: Semua jenis dokumen, gambar, dan media dari nomor yang tidak dikenal akan diblokir secara otomatis untuk mencegah masuknya spyware.
- Senyapkan Panggilan Tidak Dikenal: Panggilan dari kontak yang tidak tersimpan akan langsung disenyapkan tanpa notifikasi yang mengganggu.
- Penonaktifan Pratinjau Tautan: Untuk menghindari pelacakan IP atau serangan melalui celah browser, pratinjau tautan (link preview) akan dimatikan sepenuhnya.
- Batasan Interaksi Grup: Hanya kontak yang tersimpan yang dapat menambahkan pengguna ke dalam grup chat baru.
- Privasi Profil Maksimal: Status Last Seen, foto profil, dan informasi akun hanya bisa dilihat oleh kontak terpilih.
Teknologi di Balik Layar
Dalam pengumuman resminya, WhatsApp mengungkapkan bahwa keamanan ini diperkuat dengan penggunaan bahasa pemrograman Rust untuk memproses media melalui library terbaru bernama wamedia. Teknologi ini diklaim jauh lebih aman dalam menangani memori dibandingkan bahasa pemrograman tradisional, sehingga meminimalisir celah keamanan yang sering dieksploitasi oleh peretas kelas kakap.
Langkah Meta ini mengikuti jejak raksasa teknologi lain seperti Apple yang telah merilis Lockdown Mode dan Google dengan Advanced Protection Mode. WhatsApp kini menjadi aplikasi pesan instan pertama yang mengintegrasikan fitur perlindungan ekstrem ini secara terpadu di dalam aplikasi.
Cara Mengaktifkan Strict Account Settings
Bagi pengguna yang merasa membutuhkan perlindungan ekstra, fitur ini dapat ditemukan melalui langkah-langkah berikut:
- Buka aplikasi WhatsApp versi terbaru (Januari 2026).
- Masuk ke menu Settings atau Setelan.
- Pilih menu Privacy atau Privasi.
- Gulir ke bawah dan pilih opsi Advanced atau Lanjutan.
- Aktifkan sakelar pada bagian Strict Account Settings.
Penting untuk dicatat bahwa saat fitur ini aktif, beberapa fungsi aplikasi mungkin terasa terbatas demi keamanan. Misalnya, Anda tidak akan bisa melihat kiriman file dari orang baru. Anda juga tidak dapat melihat file sebelum Anda menyimpan nomor tersebut di buku kontak.
Konteks Persaingan Global 2026
Peluncuran fitur ini juga dilakukan di tengah perdebatan global mengenai enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption). Meski sempat diterpa isu hukum terkait akses data, Meta menegaskan bahwa Strict Account Settings adalah bukti komitmen perusahaan dalam menjaga privasi mutlak pengguna di tahun 2026 ini.
Dengan hadirnya fitur ini, WhatsApp diharapkan mampu menekan angka pembajakan akun dan penyebaran konten berbahaya yang sering kali dimulai dari interaksi dengan nomor asing yang tidak terverifikasi.








