Bandar Lampung (Lampost.co) — Game hero shooter terbaru yang paling dinanti di tahun 2026, Highguard, resmi menerima pembaruan teknis pertamanya. Ini terjadi hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirilis secara global. Wildlight Entertainment selaku pengembang meluncurkan Patch 1.002 untuk mengatasi masalah kritis terkait stabilitas server. Selain itu, patch ini juga mengatasi kendala “game crashing” yang dialami pengguna di berbagai platform.
Detail Teknis Patch 1.002
Berdasarkan catatan resmi dari Wildlight Entertainment, fokus utama dari patch ini adalah:
- Perbaikan Crash: Menambal celah kode yang menyebabkan aplikasi menutup secara tiba-tiba saat transisi antar fase looting dan raiding.
- Stabilitas Backend: Optimalisasi sinkronisasi server untuk mengurangi antrean login yang sempat membludak di hari pertama.
- Performa PC: Peningkatan efisiensi frame rate bagi pengguna kartu grafis seri NVIDIA RTX dan AMD RX terbaru.
Keluhan Ukuran Update di PC
Meski ada sambutan baik karena respons cepat pengembang, para pemain di platform PC menyuarakan sedikit keluhan terkait ukuran file update. Ada laporan bahwa patch perdana ini memiliki ukuran sekitar 18GB bagi pengguna PC. Ukuran yang cukup besar ini karena mekanisme penulisan ulang data pada struktur backend game untuk memastikan stabilitas jangka panjang, yang secara praktis membuat pemain hampir melakukan instalasi ulang sebagian besar aset game.
Roadmap Mendatang: Episode 2 Menanti
Selain perbaikan teknis, Wildlight juga memberikan bocoran mengenai roadmap konten tahun 2026. Setelah Patch 1.002 ini stabil, pengembang akan merilis update konten besar bertajuk “Episode 2” pada Februari mendatang.
Update Episode 2 tersebut akan membawa beberapa fitur yang paling banyak peminatnya, di antaranya:
- Penambahan “Warden” (karakter) baru.
- Implementasi FoV Sliders untuk pengguna konsol (PS5 dan Xbox).
- Peluncuran Mode Ranked secara penuh untuk skena kompetitif.
- Penambahan peta (map) baru dan sistem base raiding yang lebih kompleks.








