Bandar Lampung (Lampost.co) — PT Nestle Indonesia Panjang Factory menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus perekonomian daerah.
Factory Manager PT Nestle Indonesia Panjang Factory, Jefri Manurung menyampaikan, saat ini pabrik Nestle Panjang memproduksi sebanyak 19 stock keeping unit (SKU) yang mencakup berbagai merek unggulan Nestle Indonesia. Seperti Milo, Maggi, Nescafe, serta produk Nestle Professional.
Sejumlah produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menembus pasar internasional.
“Produk seperti Maggi dan Milo Cube sudah diekspor ke luar negeri. Hal ini menjadikan pabrik Panjang sebagai salah satu penopang utama ekspor produk Maggi Nestle,” ujar Jefri.
Ia menilai, aktivitas produksi dan ekspor tersebut merupakan kontribusi konkret Nestle dalam meningkatkan daya saing industri pangan nasional sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Nestle untuk menciptakan nilai tambah dan manfaat bersama bagi masyarakat.
Selain fokus pada produksi, Nestle juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan. Salah satu program unggulan yang mereka jalankan di Lampung adalah penguatan rantai pasok kopi melalui Nescafe Coffee Plan.
Melalui program tersebut, Nestle telah mendampingi sekitar 12.600 petani kopi di Lampung dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil panen. Serta penerapan praktik budidaya yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah
Jefri menegaskan, berbagai capaian yang pabrik Nestle Panjang raih tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia berharap sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah terus meningkat guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela juga secara simbolis melepas ekspor sebanyak 10 ribu ton produk Maggi Magic Sarap ke Filipina. Upaya ini menandai peran strategis Lampung dalam rantai perdagangan global.








