Jakarta (Lampost.co): Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/1). Kemenhaj menyatakan sebanyak 1.622 petugas haji siap melayani 221.000 jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.
Kemenhaj menyiapkan para petugas melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan mental, fisik, dan manajerial petugas dalam menjalankan tugas pelayanan haji.
Panitia menyelenggarakan Diklat PPIH Tahun 1447 H/2026 selama satu bulan. Kegiatan bermula dari pelatihan luring di Asrama Haji Pondok Gede pada 10–30 Januari 2026. Kemudian, berlanjut secara daring pada 2–11 Februari 2026.
Sebanyak 1.636 peserta mendaftar dalam program pelatihan tersebut. Dari jumlah itu, 1.622 petugas mengikuti seluruh rangkaian diklat secara aktif. Enam peserta tidak mengikuti pelatihan karena kondisi kesehatan. Sementara itu, delapan peserta lainnya berhalangan hadir karena alasan tertentu.
Panitia memfokuskan materi pada peningkatan kualitas pelayanan jemaah. Para peserta menerima pembekalan terkait kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi. Misal, penguatan komunikasi pelayanan yang efektif, simulasi operasional penyelenggaraan ibadah haji, serta peningkatan kemampuan teknis sesuai tugas masing-masing.
Hasil survei internal menunjukkan indeks performa petugas di Asrama Haji Pondok Gede melampaui 90 persen. Capaian tersebut menegaskan kesiapan petugas sekaligus menunjukkan kuatnya orientasi pelayanan dalam menjalankan amanah negara.
Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat.
“Haji adalah amanah negara yang berkaitan langsung dengan kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan tata kelola yang tertib serta petugas yang sepenuhnya berorientasi pada pelayanan,” ujar Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/1).
Disiplin
Gus Irfan menegaskan, setiap petugas PPIH harus bersikap sigap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melayani jemaah. Ia menekankan bahwa disiplin dan kesadaran dalam bertindak menjadi fondasi utama agar pelayanan tetap berintegritas dan tidak kehilangan nilai pengabdian.
“Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang petugas berikan kepada jemaah mencerminkan wajah negara,” tegasnya.
Selain itu, Gus Irfan mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga etika, integritas, serta komitmen dalam membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Ia berharap para petugas mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan, serta doa dan rida keluarga.








