IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 03/04/2026 20:06
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Oasis

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

Suhu laut saat itu ternyata jauh lebih dingin dari perkiraan sebelumnya.

EffranbyEffran
31/01/26 - 22:08
in Oasis
A A
Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kehidupan di bumi pernah mengalami fase paling ekstrem dalam sejarahnya. Pada periode tertentu, hampir seluruh permukaan planet tertutup es tebal. Kondisi itu sebagai Snowball Earth atau Bumi Bola Salju.

Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Suhu laut saat itu ternyata jauh lebih dingin dari perkiraan sebelumnya. Meski ekstrem, kehidupan tetap bertahan dan terus berevolusi.

Zaman Es Cryogenian dan Lautan Super Dingin

Sekitar 700 juta tahun lalu, Bumi memasuki periode Cryogenian. Lapisan es menutupi daratan dan samudra hingga ratusan meter.

Ilmuwan mencatat lautan tidak membeku sepenuhnya. Air laut tetap menyimpan panas meski berada dalam kondisi ekstrem.

Studi yang Nature Communications publikasikan memperkirakan suhu laut mencapai minus 15 derajat Celcius. Angka itu sekitar 12 derajat lebih dingin dari suhu laut terdingin saat ini.

Kandungan Garam Jadi Kunci Lautan Tidak Membeku

Selain suhu ekstrem, peneliti juga menemukan fakta penting lain. Tingkat salinitas laut pada masa itu mencapai empat kali lipat dari kondisi modern.

Kadar garam yang sangat tinggi memungkinkan air laut tetap cair. Kombinasi suhu rendah dan salinitas tinggi menciptakan lingkungan ekstrem tanpa pembekuan total.

Kondisi itu memaksa semua organisme laut hidup dalam tekanan lingkungan yang jauh lebih berat dari dugaan sebelumnya.

Jejak Misterius di Endapan Batuan Laut

Penelitian itu bermula dari analisis endapan besi pada batuan laut purba. Lapisan karat tersebut menunjukkan ukuran partikel yang jauh lebih besar dari periode lain.

Para ilmuwan menilai ukuran partikel itu berkaitan langsung dengan suhu laut yang sangat dingin. Perhitungan geokimia menunjukkan suhu minus 15 derajat sebagai penjelasan paling masuk akal.

Alternatif lain seperti erosi gletser dan aktivitas hidrotermal telah diuji. Hasilnya, faktor tersebut tidak cukup menjelaskan anomali yang ditemukan.

Bagaimana Kehidupan Bisa Bertahan?

Pertanyaan besar pun muncul. Bagaimana kehidupan mampu bertahan di laut sedingin itu?

Salah satu teori menyebut organisme beradaptasi dengan oksigen terbatas dan minim cahaya. Mikroba hidup di sekitar lubang hidrotermal yang kaya energi kimia.

Teori lain menyatakan kehidupan bertahan di kolam air lelehan di atas lapisan es. Lingkungan itu mirip dengan kondisi ekstrem di Antartika saat ini.

Beberapa organisme modern seperti sianobakteri dan alga terbukti mampu hidup di es McMurdo. Temuan itu mendukung kemungkinan adaptasi serupa di masa lalu.

Bertahan di Tepi Es dan Air Asin Ekstrem

Pilihan lain bagi organisme purba adalah berpindah ke tepi es. Air lelehan di bawah es mengandung oksigen yang mendukung kehidupan.

Namun, lingkungan tersebut tetap sangat ekstrem. Air asin dingin seperti di Danau Vida, Antartika, menjadi analog alami kondisi Cryogenian.

Bakteri modern di lokasi tersebut membuktikan kehidupan bisa bertahan di suhu rendah dan salinitas tinggi.

Zaman Es yang Mengubah Arah Evolusi

Penelitian itu memperkuat pemahaman tentang betapa ekstremnya periode Cryogenian. Tekanan lingkungan yang tinggi justru membuka jalan bagi lonjakan keanekaragaman hayati setelah zaman es berakhir.

Kehidupan yang mampu bertahan menjadi fondasi evolusi organisme kompleks di masa berikutnya. Fakta itu membuat sejarah awal kehidupan Bumi semakin menakjubkan.

Tags: evolusi kehidupankehidupan ekstremlautan purbapenelitian iklim Bumisalinitas laut tinggiSnowball Earthsuhu laut terdinginzaman es Cryogenian
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

byMustaan
25/01/2026

PURBOLINGGO (lampost.co) — Pimpinan Cabang (PC) Salimah Purbolinggo memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama anak-anak Taman Pendidikan...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisinya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

Indonesia Tersingkir di Pasar Karbon: Potensi Besar Tak Tergarap

byMustaan
16/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Indonesia, meskipun memiliki cadangan karbon alami yang melimpah, masih belum optimal memanfaatkan potensi tersebut. Yakni sebagai...

Berita Terbaru

harga plastik Pesawaran
Ekonomi dan Bisnis

Thinwall hingga Kantong Kresek Naik, Pedagang Harap Ada Solusi Pemerintah

byDenny ZYand1 others
03/04/2026

Pesawaran (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang kecil di Pesawaran tak luput terkena imbas dari kenaikkan harga plastik. Terutama plastik jenis kantong...

Read moreDetails
harga plastik naik

Harga Plastik Melambung, Pedagang Makanan Kompak Naikkan Harga

03/04/2026
pemain timnas nyanyikan indonesia raya

Status WNI Empat Pemain di Belanda Sah, Kasus Passportgate Murni Masalah Teknis

03/04/2026
Bek sayap Go Ahead Eagles Dean James (tengah)

Solusi Passportgate, Otoritas Liga Belanda Ungkap Prosedur Izin Tinggal bagi Pemain Timnas Indonesia

03/04/2026
Naposobulung HKBP Natar Visualisasikan Sengsara Jalan Salib

Naposobulung HKBP Natar Visualisasikan Sengsara Jalan Salib

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.