• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 31/01/2026 22:59
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Oasis

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

Suhu laut saat itu ternyata jauh lebih dingin dari perkiraan sebelumnya.

EffranbyEffran
31/01/26 - 22:08
in Oasis
A A
Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kehidupan di bumi pernah mengalami fase paling ekstrem dalam sejarahnya. Pada periode tertentu, hampir seluruh permukaan planet tertutup es tebal. Kondisi itu sebagai Snowball Earth atau Bumi Bola Salju.

Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Suhu laut saat itu ternyata jauh lebih dingin dari perkiraan sebelumnya. Meski ekstrem, kehidupan tetap bertahan dan terus berevolusi.

Zaman Es Cryogenian dan Lautan Super Dingin

Sekitar 700 juta tahun lalu, Bumi memasuki periode Cryogenian. Lapisan es menutupi daratan dan samudra hingga ratusan meter.

Ilmuwan mencatat lautan tidak membeku sepenuhnya. Air laut tetap menyimpan panas meski berada dalam kondisi ekstrem.

Studi yang Nature Communications publikasikan memperkirakan suhu laut mencapai minus 15 derajat Celcius. Angka itu sekitar 12 derajat lebih dingin dari suhu laut terdingin saat ini.

Kandungan Garam Jadi Kunci Lautan Tidak Membeku

Selain suhu ekstrem, peneliti juga menemukan fakta penting lain. Tingkat salinitas laut pada masa itu mencapai empat kali lipat dari kondisi modern.

Kadar garam yang sangat tinggi memungkinkan air laut tetap cair. Kombinasi suhu rendah dan salinitas tinggi menciptakan lingkungan ekstrem tanpa pembekuan total.

Kondisi itu memaksa semua organisme laut hidup dalam tekanan lingkungan yang jauh lebih berat dari dugaan sebelumnya.

Jejak Misterius di Endapan Batuan Laut

Penelitian itu bermula dari analisis endapan besi pada batuan laut purba. Lapisan karat tersebut menunjukkan ukuran partikel yang jauh lebih besar dari periode lain.

Para ilmuwan menilai ukuran partikel itu berkaitan langsung dengan suhu laut yang sangat dingin. Perhitungan geokimia menunjukkan suhu minus 15 derajat sebagai penjelasan paling masuk akal.

Alternatif lain seperti erosi gletser dan aktivitas hidrotermal telah diuji. Hasilnya, faktor tersebut tidak cukup menjelaskan anomali yang ditemukan.

Bagaimana Kehidupan Bisa Bertahan?

Pertanyaan besar pun muncul. Bagaimana kehidupan mampu bertahan di laut sedingin itu?

Salah satu teori menyebut organisme beradaptasi dengan oksigen terbatas dan minim cahaya. Mikroba hidup di sekitar lubang hidrotermal yang kaya energi kimia.

Teori lain menyatakan kehidupan bertahan di kolam air lelehan di atas lapisan es. Lingkungan itu mirip dengan kondisi ekstrem di Antartika saat ini.

Beberapa organisme modern seperti sianobakteri dan alga terbukti mampu hidup di es McMurdo. Temuan itu mendukung kemungkinan adaptasi serupa di masa lalu.

Bertahan di Tepi Es dan Air Asin Ekstrem

Pilihan lain bagi organisme purba adalah berpindah ke tepi es. Air lelehan di bawah es mengandung oksigen yang mendukung kehidupan.

Namun, lingkungan tersebut tetap sangat ekstrem. Air asin dingin seperti di Danau Vida, Antartika, menjadi analog alami kondisi Cryogenian.

Bakteri modern di lokasi tersebut membuktikan kehidupan bisa bertahan di suhu rendah dan salinitas tinggi.

Zaman Es yang Mengubah Arah Evolusi

Penelitian itu memperkuat pemahaman tentang betapa ekstremnya periode Cryogenian. Tekanan lingkungan yang tinggi justru membuka jalan bagi lonjakan keanekaragaman hayati setelah zaman es berakhir.

Kehidupan yang mampu bertahan menjadi fondasi evolusi organisme kompleks di masa berikutnya. Fakta itu membuat sejarah awal kehidupan Bumi semakin menakjubkan.

Tags: evolusi kehidupankehidupan ekstremlautan purbapenelitian iklim Bumisalinitas laut tinggiSnowball Earthsuhu laut terdinginzaman es Cryogenian
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

byMustaan
25/01/2026

PURBOLINGGO (lampost.co) — Pimpinan Cabang (PC) Salimah Purbolinggo memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama anak-anak Taman Pendidikan...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisinya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

Indonesia Tersingkir di Pasar Karbon: Potensi Besar Tak Tergarap

byMustaan
16/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Indonesia, meskipun memiliki cadangan karbon alami yang melimpah, masih belum optimal memanfaatkan potensi tersebut. Yakni sebagai...

Berita Terbaru

Rakerprov PSJI Lampung
Advertorial

Rakerprov PJSI Lampung 2026 Targetkan Prestasi di Asian Games dan Porprov

byIsnovan Djamaludin
31/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Lampung menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026 di Gedung Sumpah...

Read moreDetails
HUT ke-60 Bank Lampung(4)

Hari ini Bank Lampung Genap Berusia 60 Tahun

31/01/2026
Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

31/01/2026
Infinix Hot 50 Pro

6 Rekomendasi HP 256 GB Harga Rp 1 Jutaan di 2026

31/01/2026
Tecno Pova 7 5G

7 Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan 2026: Skor AnTuTu 700 Ribuan, Performa Setara Flagship

31/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.