Bandar Lampung (Lampost.co) — SMKN 8 Bandar Lampung menggelar Pekan Kreatif sebagai ajang menampilkan karya siswa. Kegiatan yang berlangsung selama 29–30 Januari itu menjadi panggung ekspresi peserta didik untuk memamerkan hasil karya pembelajaran dari kelas.
Kepala SMKN 8 Bandar Lampung, Dian Novita Dewi, mengungkapkan bahwa sekolah rutin menyelenggarakan Pekan Kreatif setiap tiga bulan. Sekolah bertujuan membuka ruang ekspresi bagi peserta didik agar aktif berkarya.
Pada hari pertama, sekolah mengisi kegiatan dengan gelaran fashion show dari jurusan Tata Busana mengusung tema Era Vintage. Sementara pada hari kedua, jurusan Tata Rias Kecantikan menampilkan peragaan busana bertema Beauty Fantasy Nusantara.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu mempersiapkan masa depannya,” ungkapnya.
Baca juga : Pekan Kreatif SMKN 8 Bandar Lampung Wadah Ekspresi Generasi Inovatif
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para peserta mengenakan busana hasil rancangan dan karya mereka sendiri. Sekolah memberikan waktu satu bulan kepada siswa untuk mempersiapkan konsep hingga siap tampil.
Dengan demikian, kegiatan tersebut juga menjadi ajang bagi peserta didik untuk memamerkan hasil karyanya. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa semakin bersemangat berkarya dan mampu mengembangkan potensi diri.
“Sekolah menyelenggarakan Pekan Kreatif setiap tiga bulan secara bergiliran antarpjurusan, sehingga seluruh siswa memperoleh kesempatan tampil,” katanya.
Selain fashion show, sekolah turut mengundang Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung untuk memberikan edukasi keuangan dan saham kepada seluruh siswa dan guru. Sekolah juga melibatkan siswa dari jurusan lain dalam kegiatan bazar karya sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Pendampingan peserta didik
Menambahkan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ela Novriyanti, menyampaikan bahwa dewan guru mendampingi peserta didik selama proses persiapan penampilan. Pendampingan ini bertujuan agar siswa tidak kebingungan dan memiliki ruang diskusi untuk mengembangkan ide.
“Dalam prosesnya, guru sesuai kompetensi dan keahlian masing-masing selalu mendampingi siswa, sehingga mereka memiliki tempat untuk bertanya dan berkonsultasi,” tambahnya.
Sekolah juga mengajak pihak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk menyaksikan langsung pameran hasil karya peserta didik. Keterlibatan DUDI memiliki peran penting dalam pengembangan kompetensi dan kesiapan masa depan siswa.
“Kami berharap ke depan semakin banyak DUDI yang dapat menjalin kerja sama dengan sekolah, sehingga kompetensi dan lulusan kami benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya.








