Bandar Lampung (Lampost.co) — Gelaran Pekan Kreatif SMKN 8 Bandar Lampung memberikan pengalaman khusus bagi para peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah memberi kesempatan kepada siswa untuk merancang, membuat, hingga menampilkan busana karya mereka sendiri di hadapan warga sekolah.
Akmalia Diana Rizqi, siswi kelas XII Busana, mengatakan kegiatan fashion show tersebut menghadirkan pengalaman yang berkesan meski sempat memunculkan rasa deg-degan. Ia mengaku sempat khawatir hasil karyanya tidak sesuai dengan ekspektasi awal.
“Seru banget, tapi di awal sempat deg-degan karena takut nggak sesuai ekspektasi. Tapi ternyata cocok dan hasilnya bagus,” kata Akmalia, Kamis, 29 Januari 2026.
Baca juga : SMKN 8 Bandar Lampung Resmikan Galeri Pasar Modal
Akmalia menjelaskan, busana yang ia tampilkan melalui proses kreatif yang cukup panjang, mulai dari perancangan desain, pembuatan pakaian, hingga penyesuaian riasan. Menurutnya, tantangan terbesar muncul pada tahap menjahit, terutama karena ia baru pertama kali membuat busana dengan model tersebut.
“Prosesnya panjang dan cukup menantang, apalagi waktu menjahit. Ini pertama kali saya bikin model seperti ini. Biasanya saya bikin kebaya, jadi sempat kaget juga,” ujarnya.
Pengalaman untuk bekal
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Nanda Selvi Nabila, siswi kelas XII Busana lainnya. Ia mengaku merasa gugup karena harus tampil di hadapan orang tua, guru, dan teman-teman. Namun, perasaan itu perlahan berubah menjadi rasa percaya diri seiring berjalannya acara.
“Awalnya deg-degan karena ini pengalaman pertama tampil di depan banyak orang. Tapi pas acara berjalan jadi enjoy,” kata Nanda.
Dalam proses pembuatan busana, Nanda menyebut teknik draperi menjadi tantangan utama karena membutuhkan ketelitian ekstra, terutama bagi siswa pemula.
“Jahitannya harus numpuk-numpuk, bahannya juga agak susah dijahit buat saya yang masih pemula,” ujarnya.
Keduanya menilai kegiatan seperti Pekan Kreatif Siswa memiliki peran penting bagi pelajar, khususnya siswa kejuruan, sebagai ruang menyalurkan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Penting banget, karena kegiatan seperti ini bisa jadi wadah ekspresi siswa. Jadi nggak cuma belajar teori terus, tapi bisa berkreasi. Ini penting buat anak-anak sekarang,” kata Nanda.
Melalui Pekan Kreatif Siswa, sekolah mendorong penguatan keterampilan praktis dan kreativitas peserta didik. Upaya ini sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menekankan pengalaman langsung sesuai bidang keahlian masing-masing.








