Bandar Lampung (Lampost.co) — Disdikbud Lampung menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan vokasi agar lahirkan lulusan mumpuni.
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Maryanto, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Pekan Kreatif Siswa SMKN 8 Bandar Lampung.
Maryanto mengatakan, Pekan Kreatif Siswa menjadi wujud nyata penerapan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa SMK menjalankan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan praktik dan hasil karya siswa.
Baca juga : Siswa SMKN 8 Bandar Lampung Pamerkan Produk Hasil Praktik
“Pekan Kreatif ini menjadi bukti bahwa SMK mampu melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Maryanto, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang tampil dalam Pekan Kreatif Siswa SMKN 8 Bandar Lampung mencerminkan kompetensi keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan tersebut meliputi gelaran busana bertema Era Vintage dari jurusan Tata Busana, fashion show Beauty Nusantara Fantasy.
Kemudian pentas seni siswa, literasi keuangan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), bazar kewirausahaan, hingga sertifikasi produk halal.
Maryanto menambahkan, kehadiran BEI serta perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dunia kerja dalam pendidikan vokasi.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk mempersiapkan lulusan SMK agar siap bekerja, mampu berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Buka ruang ekspresi
Sementara itu, Kepala SMKN 8 Bandar Lampung, Dian Novita Dewi, mengungkapkan bahwa sekolah rutin menyelenggarakan Pekan Kreatif setiap tiga bulan.
Sekolah bertujuan membuka ruang ekspresi bagi peserta didik agar aktif berkarya.
Pada hari pertama, sekolah mengisi kegiatan dengan fashion show dari jurusan Tata Busana bertema Era Vintage.
Selanjutnya, pada hari kedua, jurusan Tata Rias Kecantikan menampilkan peragaan busana bertema Beauty Fantasy Nusantara.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu mempersiapkan masa depannya,” ungkapnya.








