Bandar Lampung (Lampost.co) — Upaya Lampung untuk menjadi tuan rumah PON 2032 semakin menguat dengan makin banyak daerah yang memberikan dukungan. Kali ini, dukungan terbuka datang dari Provinsi Riau.
Poin Penting:
-
Riau siap mendukung Lampung sebagai tuan rumah PON 2032.
-
Kolaborasi Lampung–Banten dinilai strategis.
-
Solidaritas Sumatra jadi kekuatan utama.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau menyatakan siap mendukung Lampung sebagai tuan rumah PON 2032. Dukungan tersebut disebut sebagai balas jasa atas sikap Lampung pada PON 2012.
Saat itu, Lampung memberikan dukungan penuh kepada Riau. Dan, Riau sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012.
Baca juga: Bidik Medali di PON Beladiri II, KONI Lampung Seleksi Ketat Atlet
Komitmen dukungan itu terungkap dalam pertemuan resmi kedua KONI provinsi. Utusan KONI Lampung yang dipimpin Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengunjungi Kantor KONI Riau, Senin, 2 Februari 2026. Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria, beserta jajaran Bidang Pembinaan Prestasi dan Organisasi menyambut kedatangan KONI Lampung.
Mewakili Ketua Umum KONI Riau, Edi menegaskan pihaknya tidak melupakan sejarah olahraga nasional. Sebab, hubungan Lampung dan Riau terjalin kuat sejak PON 2012.
Karena itu, Riau siap membalas dukungan tersebut pada PON 2032. “Lampung mendukung penuh Riau pada PON 2012. Kini saatnya Riau mendukung Lampung,” ujar Edi Satria dalam keterangan tertulis ke Lampost.co, Senin, 2 Februari 2026.
Ia juga menambahkan dukungan tersebut bersifat pribadi dan kelembagaan. Menurutnya, Lampung layak menjadi tuan rumah PON 2032.
Selain itu, Edi memastikan akan segera memproses surat dukungan. Pihaknya akan membahas dokumen resmi dalam rapat pimpinan KONI Riau. “Kami segera melaporkan ke pimpinan dan memberikan jawaban resmi,” katanya.
Selain faktor historis, KONI Riau menilai Lampung memiliki keunggulan strategis, seperti letak geografis Lampung yang sangat menguntungkan sebagai gerbang utama Pulau Sumatra sehingga akses transportasi nasional terhubung langsung dengan Pulau Jawa.
Kemudian Lampung menggandeng Banten sebagai mitra tuan rumah. Kolaborasi Lampung–Banten sebagai strategi cerdas. Kerja sama dua provinsi lintas pulau tersebut memberi nilai jual tinggi dengan Lampung mewakili Sumatra, sedangkan Banten mewakili Jawa.
Selain itu, semangat Sumatera Bersatu menjadi modal politik penting. Dan, 10 provinsi di Sumatra berpotensi memberikan dukungan suara.
Edi menyebut solidaritas Sumatra sebagai kekuatan utama. Solidaritas tersebut memperbesar peluang Lampung memenangkan bidding.
“Ada beberapa poin kunci. Lampung belum pernah menjadi tuan rumah. Kedua, Lampung menggandeng Banten. Ketiga, kekuatan Sumatra Bersatu sangat solid,” katanya.
Dukungan KONI Se-Sumatra
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, menjelaskan Riau menjadi provinsi kedelapan yang mereka kunjungi. Safari dukungan KONI Lampung terus bergerak cepat dengan target utama mengamankan dukungan penuh dari KONI se-Sumatra.
Menurut Riagus, strategi tersebut sangat menentukan karena dukungan regional akan menjadi fondasi nasional. “Riau provinsi kedelapan yang kami kunjungi. Dukungan KONI di Sumatra akan sangat krusial dalam upaya Lampung menjadi tuan rumah PON 2032,” ujar Riagus.
Dia menekankan pendekatan persaudaraan menjadi kunci. Lampung mengedepankan silaturahmi dan rekam jejak.
Menurutnya, Lampung siap secara teknis dan politis yang mencakup infrastruktur, akses, dan kolaborasi. Dengan dukungan Riau, peluang Lampung menjadi tuan rumah PON 2032 semakin terbuka.
Selanjutnya, rombongan langsung bertolak ke Sumatera Utara untuk bertemu KONI Sumut di Medan. Tujuannya tetap sama, yaitu memperkuat dukungan PON 2032 untuk memastikan suara Sumatra solid.
Lampung kini menempatkan diri sebagai kandidat kuat nasional. Dukungan demi dukungan terus mengalir.








