Marseille (Lampost.co)–Kabar mengejutkan datang dari raksasa Ligue 1, Olympique de Marseille. Pernyataan resmi yang rilis pada Rabu (11/2/2026) dini hari waktu setempat, klub berjuluk Les Olympiens itu mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih kepala Roberto De Zerbi atas kesepakatan bersama.
Keputusan ini hanya beberapa hari setelah Marseille menderita kekalahan memalukan 0-5 dari musuh bebuyutan mereka, Paris Saint-Germain (PSG). Laga bertajuk Le Classique itu berlangsung di Parc des Princes. Kekalahan telak tersebut tampaknya menjadi puncak ketegangan yang meningkat di internal klub dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Marseille menyebutkan keputusan ini merupakan hasil diskusi mendalam antara pemilik klub Frank McCourt, Presiden Pablo Longoria, Direktur Olahraga Medhi Benatia, dan De Zerbi sendiri. Langkah ini diambil demi kepentingan terbaik klub dalam menghadapi sisa tantangan pada musim 2025/2026.
Baca juga: Krisis London Utara, Tottenham Hotspur Resmi Depak Thomas Frank
Pernyataan klub berbunyi, Olympique de Marseille dan Roberto De Zerbi mengumumkan akhir kolaborasi mereka melalui kesepakatan bersama. Ini adalah keputusan kolektif yang sulit, diambil setelah pertimbangan matang untuk merespons tantangan olahraga di fase akhir musim ini. Klub berterima kasih kepada Roberto atas komitmen dan profesionalismenya selama ini.
Kegagalan di Liga Champions Jadi Faktor Kunci
Selain kekalahan dari PSG, posisi De Zerbi makin terjepit setelah Marseille secara mengejutkan tersingkir dari fase liga Liga Champions bulan lalu. Kekalahan 0-3 dari wakil Belgia, Club Brugge, memastikan Les Olympiens gagal melaju ke babak gugur. Sebuah hasil yang sangat mengecewakan mengingat investasi besar klub di bursa transfer.
Padahal, pada musim pertamanya (2024/2025), pelatih asal Italia itu sukses membawa Marseille finis di peringkat kedua klasemen akhir Ligue 1. Namun, memasuki paruh kedua musim 2025/2026, performa tim mulai tidak stabil. Saat ini, Marseille tertahan di posisi keempat klasemen, tertinggal 12 poin dari PSG yang kokoh di puncak.
De Zerbi sendiri sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah kekalahan di Paris. Ia mengakui adanya masalah mentalitas di dalam skuad yang sulit ia kendalikan dalam beberapa pertandingan krusial terakhir.
Rumor Kembali ke Premier League
Meski baru saja berpisah dengan Marseille, nama Roberto De Zerbi tidak pernah sepi dari peminat. Spekulasi mengenai masa depannya kini langsung mengarah kembali ke Inggris. Namanya mulai terkait dengan Manchester United dan Tottenham Hotspur yang kabarnya juga tengah memantau situasi manajerial mereka pada awal tahun 2026 ini.
Kepergian De Zerbi juga akan berdampak pada beberapa pemain kunci, termasuk Mason Greenwood yang tampil sangat produktif di bawah arahan pelatih berusia 46 tahun tersebut. Untuk sementara, Marseille akan menunjuk pelatih interim dari staf teknis yang ada, seperti Pancho Abardonado, sebelum mengumumkan suksesor tetap dalam waktu dekat.
Marseille akan menjamu Strasbourg pada laga lanjutan Ligue 1, Sabtu (14/2/2026) mendatang, yang akan menjadi pertandingan pertama mereka tanpa kehadiran De Zerbi di pinggir lapangan.








