IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 06:05
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Humaniora

Tingkatkan Keamanan Pangan Demi Wujudkan Kualitas SDM yang Lebih Baik

Setiap inisiatif yang dilakukan pihak-pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan layak diapresiasi.

Ricky MarlybyRicky MarlyandLampung Post
11/02/26 - 23:17
in Humaniora
A A
Tingkatkan Keamanan Pangan Demi Wujudkan Kualitas SDM yang Lebih Baik

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Dok.)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Peningkatan keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.

“Setiap inisiatif yang dilakukan pihak-pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan layak diapresiasi. Tren peningkatan paparan mikrobiologi dan kontaminasi kimia pada bahan pangan harus segera disikapi dengan kebijakan yang tepat,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada sambutan tertulisnya saat membuka diskusi daring bertema Silent Poisoning: Bahaya Kontaminasi Kimia dan Mikroba dalam Pangan Nasional yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 11 Februari 2026.

Diskusi yang dimoderatori Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Dra. Elin Herlina, Apt., M.P. (Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan/BPOM RI), Prof. Agustin Krisna Wardani, Ph.D (Guru Besar di Bidang Mikrobiologi dan Bioteknologi, Universitas Brawijaya), dan Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) sebagai narasumber.

Selain itu hadir pula Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn (Anggota Komisi IX DPR RI) sebagai penanggap.

Mengutip data kasus keamanan pangan terbaru dalam laporan BPOM dan Riset Kesehatan Masyarakat, Lestari mengungkapkan, bahwa terjadi peningkatan kontaminasi mikrobiologi dan kimia pada bahan pangan nasional.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, Indonesia memiliki beragam pangan lokal yang bisa didapatkan dari petani.

Melalui pendampingan terhadap petani, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya mewujudkan pertanian bebas kimia sebagai sumber pangan lokal yang aman dapat kita wujudkan.

“Melalui rencana yang matang dan berkelanjutan, kita dapat mencegah terjadinya peningkatan kasus ‘keracunan’ pangan sekaligus menyediakan pangan yang berkualitas,” ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Baca Juga:

Menteri PPPA Dorong Optimalisasi MBG untuk Kelompok Rentan

Banyak Pihak

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Elin Herlina mengungkapkan, Indonesia menganut multiagen dalam proses pengawasan pangan. Sehingga banyak pihak terkait untuk mengawasi pangan nasional, mulai dari antara lain Badan Pangan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga BPOM yang melakukan pengawasan keamanan pangan olahan.

Menurut Elin, pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang juga diamanatkan UUD 1945 Pasal 28 C ayat (1), yang menyebutkan setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar termasuk pangan.

Elin menilai, keamanan pangan penting dan merupakan isu global yang terkait dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Menurutnya, sebagus apa pun kandungan pangan, bila ada bahan berbahaya di dalamnya itu bukan bahan pangan.

Data WHO mencatat, terjadi 125.000 kematian per tahun dan 40% balita menanggung beban foodborne disease akibat pangan yang tidak aman.

Elin menegaskan, semua pihak harus mampu bersama-sama menjaga keamanan pangan mulai dari hulu hingga dikonsumsi masyarakat.

Sehingga, ujarnya, upaya pengawalan keamanan pangan saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks.

Dalam pengawalan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), ujar Elin, BPOM melakukan pengawasan pada rantai produksi dan distribusi melalui mekanisme inspeksi dan sertifikasi pada para pelaksananya.

 

Kontaminasi Kimia

Guru Besar di Bidang Mikrobiologi dan Bioteknologi, Universitas Brawijaya, Agustin Krisna Wardani mengungkapkan, ancaman kontaminasi kimia dan mikrobiologi pada pangan seringkali tidak terlihat.

Menurut Agustin, kontaminasi pangan juga terjadi di sejumlah negara seperti antara lain kontaminasi toksin pada susu formula di Eropa pada 2026. Keracunan timbal di sekolah TK di China pada 2025. Serta di Jepang terjadi kontaminasi toksin pada susu formula yang berdampak pada 14.000 anak menjadi korban pada tahun 2000.

Di Indonesia, ujar Agustin, kasus-kasus keracunan pangan pada program MBG juga terjadi di sejumlah daerah yang menimbulkan korban dan trauma pada orang tua.

Menurut Agustin, keamanan pangan merupakan fondasi penting yang menopang empat pilar keamanan pangan seperti availability, acces, utilization, dan stability.

Agustin berpendapat bahwa untuk mewujudkan sistem keamanan pangan yang baik perlu mencermati titik-titik penting mulai saat panen bahan baku, proses, packing, dan distribusi pangan, agar tidak terkontaminasi.

Agustin berharap, keamanan pangan menjadi indikator utama keberhasilan pada program nasional MBG, bukan hanya cakupan penerima.

Selain itu, tambahnya, memberdayakan kantin sekolah dalam program MBG untuk meminimalkan potensi kontaminasi pada tahap distribusi.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar berpendapat, penting diwujudkan sistem keamanan pangan nasional yang melibatkan semua pihak.

Tentu saja, jelas Timboel, inisiasi pelibatan masyarakat itu harus dilakukan oleh pemerintah. Sehingga pangan yang aman bagi setiap warga negara dapat diwujudkan.

Menurut Timboel, literasi masyarakat tentang pangan yang aman harus ditingkatkan. Antara lain, pengetahuan tentang gizi seimbang, cara pengolahan pangan yang aman, dan bahayanya kontaminasi pangan.

 

Isu yang Penting

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian berpendapat keamanan pangan merupakan isu yang penting.

Rahmawati mengapresiasi berbagai upaya sejumlah pihak yang mendorong terwujudnya sistem keamanan pangan nasional yang baik.

Menurut Rahmawati, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan legislatif harus diwujudkan untuk membangun sistem pengawasan yang lebih baik.

Selain itu, tambahnya, edukasi kepada masyarakat juga penting kita wujudkan sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan pangan nasional.

Rahmawati menegaskan, pihaknya mendukung penuh penguatan regulasi dan kebijakan terkait keamanan pangan nasional.

Wartawan senior Usman Kansong berpendapat bahwa semua pihak sepakat keamanan pangan menjadi indikator kesuksesan program nasional MBG.

Usman juga mengapresiasi keterlibatan BPOM sejak awal dalam melakukan pengawasan MBG, meski harus ditingkatkan demi menekan angka kasus keracunan makanan.

Usman juga sepakat untuk melibatkan kampus dalam proses pengawalan program MBG demi mewujudkan keamanan pangan bagi setiap generasi penerus bangsa.

Tags: keamanan panganmakan bergizi gratisMBGSDMsumber daya manusia
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Naposobulung HKBP Natar Visualisasikan Sengsara Jalan Salib

Naposobulung HKBP Natar Visualisasikan Sengsara Jalan Salib

byAsrul Septianand1 others
03/04/2026

Kalianda (lampos.co)--Jemaat ibadah Jumat Agung di Gereja HKBP Natar Resort Agaphe menikmati drama Jalan Salib. Drama tersebut menjadi pembuka sesi...

Ibadah Jumat Agung HKBP Natar Tekankan Kasih Bagi Sesama

Ibadah Jumat Agung HKBP Natar Tekankan Kasih Bagi Sesama

byAsrul Septianand1 others
03/04/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Jemaat Gereja HKBP Natar Resort Agaphe Natar memperingati Jumat Agung dengan penuh khidmat dalam ibadah pada Jumat,...

Amankan Jumat Agung Polsek Natar Sebar Personel di 24 Gereja

Amankan Jumat Agung Polsek Natar Sebar Personel di 24 Gereja

byAsrul Septianand1 others
03/04/2026

Kalianda (lampost.co)-- Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Natar memperketat pengamanan di puluhan rumah ibadah guna menjamin kekhusyukan umat Kristen selama mengikuti...

Berita Terbaru

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah
Lampung

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah

byRicky Marlyand1 others
04/04/2026

Gunung Sugih (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menabuh genderang perbaikan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026. Gubernur Lampung, Rahmat...

Read moreDetails
harga HP Tecno April 2026

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

03/04/2026
planet Merkurius

Merkurius: Planet Kecil dengan Suhu Paling Ekstrem di Tata Surya

03/04/2026
Trojan Android

Ancaman di Android 2025: Trojan Perbankan Naik Drastis

03/04/2026
Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.